Berita Surabaya

Lho Kok Bisa? Buang Sampah di Toko Ini Malah Dapat Reward

Sampah menjadi masalah serius bagi semua orang. Semakin bertambahnya populasi manusia, semakin bertambah pula sampah yang...

Lho Kok Bisa? Buang Sampah di Toko Ini Malah Dapat Reward
ist
Dropbox tempat buang sampah yang telah disiapkan beberapa Hypermart untuk mengedukasi pelanggan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sampah menjadi masalah serius bagi semua orang. Semakin bertambahnya populasi manusia, semakin bertambah pula sampah yang mencemari lingkungan.

Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat dalam mengelolah sampah. Unilever dan Hypermart mencoba mengedukasi pelanggan lewat program kampanye Belanja Tanpa Nyampah, Pilah Sampah itu Mudah.

Unilever Indonesia bersama dengan Hypermart mengajak konsumen mereka untuk memilah sampah di rumah dan menyalurkannya ke dropbox yang ada di 3 toko Hypermat. Di antaranya Hypermart Pakuwon, Hypermart Sidoarjo dan Hypermart East Coast melalui program tersebut selama periode Desember 2017 sampai Februari 2018.

Maya Tamimi, Head of Environment and Sustainability dari Yayasan Unilever Indonesia menyatakan Unilever percaya bahwa permasalahan sampah akan bisa diatasi jika semua pihak bekerjasama dalam menanggulangi permasalahan yang ada.

"Untuk itu, Unilever merasa perlu menggandeng banyak pihak salah satunya ritel seperti Hypermart untuk sama-sama mengalakkan edukasi mengenai pentingnya pilah sampah di tataran rumah tangga," tuturnya, Sabtu (2/12).

Maya melanjutkan bahwa konsumen memiliki peranan penting dalam mengurangi sampah di TPA atau di alam, karena semua upaya dimulai dengan mengurangi dan mengelola (memilah) sampah di tingkat rumah tangga.

"Secara global kami telah berkomitmen untuk mengurangi berat kemasan produk hingga sepertiganya pada tahun 2020, dan meningkatkan penggunaan konten plastik daur ulang di kemasannya minimal 25 persen di tahun 2025. Selain itu, Unilever juga menargetkan seluruh kemasan plastik dapat didaur ulang, digunakan kembali atau diurai di 2025," terangnya.

Sampah yang dikumpulkan konsumen tersebut akan disalurkan ke jaringan Bank Sampah binaan Unilever yang nantinya akan di salurkan ke industri daur ulang.

Khususnya materi plastik fleksibel (plastik sachet dan pouch) akan menjadi materi untuk pabrik CreaSolv®, pabrik daur ulang sampah kemasan plastik yang dimiliki Unilever bersama mitranya di Sidoarjo

Danny Kojongian, Corporate Communications Director & Corporate Secretary PT. Matahari Putra Prima Tbk menyambut baik kerjasama antara Unilever dan Hypermart ini.

Sebagai ritel, pihaknya merasa perlu ambil bagian dalam membantu mengatasi sampah dengan berpartisipasi menyediakan dropbox pengumpulan sampah di beberapa toko Hypermart di Surabaya.

"Akan ada reward yang diberikan kepada konsumen yang membawa sampah kemasan kosong dan bersih untuk dimasukkan kedalam dropbox," kata Danny.

Pendekatan agar masyarakat memilah sampah sebelumnya pernah dilakukan Unilever. Maya mengaku jika cara dropbox ini merupakan salah satu upaya Unilever untuk mengubah pendekatan pengelolaan sampah, yang sebelumnya menggunakan pendekatan linear economy (ambil, pakai, buang) menjadi circular economy atau ekonomi sirkular.

"Pada intinya kami berusaha mengubah cara pandang terhadap plastik kemasan bekas pakai, tidak sebagai sampah, namun sebagai sebuah komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan dan memiliki nilai," tutupnya.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved