Breaking News:

Banjir Porong

Satu Pompa Air Rusak, Penyedotan Air di Jalan Raya Porong Kembali Tersendat

Upaya "menguras" banjir di Porong Sidoarjo terhambat karena pompa air yang digunakan untuk menyedot air mengalami kerusakan.

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/irwan syairwan
pompa air baru sedang disiapkan 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pompa air yang menyedot air di Jalan Raya Porong (JRP) rusak, Jumat (1/12/2017).

Rusaknya pompa air ini membuat upaya penanganan banjir yang memasuki hari keenam tersendat.

Humas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), Hengky Listria Adi mengatakan, Jumat siang ada satu pompa yang mengalami kendala teknis sehingga penyaluran air dari JRP ke kolam penampungan lumpur Sidoarjo di titik 71 sedikit mengalami kendala.

"Sampai petang ini masih kami lakukan pergantian pompa," kata Hengky.

Kerusakan pompa diduga karena pemakaian yang tak henti selama tiga hari berturut-turut. 

Hengky menuturkan pihaknya mendatangkan pompa milik PPLS. Namun butuh waktu beberapa jam untuk bisa mengoperasikan pompa yang baru tersebut.

"Kemampuan sedotnya sama seperti yang kami gantikan yaitu 700 liter per detik. Kemungkinan Jumat malam baru bisa beroperasi," sambungnya.

Kendati satu pompa air rusak, Hengky menyatakan air di JRP sudah turun hingga 66 cm pada Jumat sore. Penurunan ini cukup signifikan karena pada Kamis malam kemarin air berada di angka 89 cm.

"Kami terus berupaya," ujarnya.

Sementara itu, Humas Daop 8 Surabaya PT KAI, Gatot Sutiyatmoko, menambahkan pihaknya masih menutup jadwal pemberangkatan kereta yang melewati kawasan Porong. Selain komuter, ada tiga kereta komersil yang melewati kawasan ini, yaitu KA Bima jurusan Surabaya-Malang, KA Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi, dan KA Mutiara Selatan jurusan Bandung-Surabaya-Malang.

"Kami batalkan sampai tiga harinke depan," imbuh Gatot.

Bagi para penumpang yang telah memesan tiket, Gatot menyatakan pihaknya akan mengembalikan uang para calon penumpang 100 persen.

"Ada KA yang rutenya kami putar, namun ada juga yang kami lakukan secara estafet, yaitu disambung dengan menggunakan bus. Namun kalau calon penumpang ingin uang tiketnya kembali pasti kami layani," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved