Berita Surabaya
Mahasiswa Ubaya Tolak Jauhi Penderita AIDS, Ternyata Ini Alasannya. . .
Dalam teatrikal, mereka mengisahkan dua orang ODHA yang mendapatkan perlakuan tidak baik dari lingkungannya.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menggelar aksi teatrikal tolak Jauhi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) atau penderita HIV/AIDS di depan gedung Fakultas Bisnis dan Ekonomi, kampus mereka.
Teatrikal bertajuk "Hate The Disease But Not The Diseased" atau Hindari Penyakitnya tapi Jangan Benci Pengidapnya" ini dibawakan 10 orang mahasiswa dari UKM Fitness.
Dalam teatrikal, mereka mengisahkan dua orang ODHA yang mendapatkan perlakuan tidak baik dari lingkungannya.
Hingga berakhir dengan adanya sekelompok orang yang datang merangkul mereka dengan menggunakan kain putih.
Mohamad Bilal, Ketua pelaksana acara menuturkan, simbol merangkul dengan kain putih itu bermakna himbauan agar masyarakat tidak menjauhi ODHA, melainkan menjauhi penyakitnya.
"Orang berpikir penyakit HIV/AIDS itu bisa menular dengan hanya ngobrol biasa. Padahal tidak begitu. Penyakit ini hanya menular jika ada kontak fisik, penggunaan jarum suntik, dan berhubungan badan. Makanya kampanye kita jangan jauhi orangnya, tapi jauhi penyakitnya," jelas mahasiswa semester 5, Fakultas Bisnis dan Ekonomi ini, Kamis (30/11/2017).
Kegiatan ini lanjut Bilal adalah rangkaian acara 'Seribu Harapanku Untukmu', yang mereka selenggarakan selama tiga hari. Mulai Kamis (30/11/2017) sampai Sabtu (2/12/2017).
Setelah kegiatan ini, Jumat (1/12/2017) acara dilanjutkan ke Taman Bungkul dengan teatrikal yang sama.
Kemudian Sabtu (2/12/2017) mereka akan menghibur anak-anak ODHA di Taman Flora Kebun Bibit, Surabaya.
"Kegiatan Aids Campaign ini dalam rangka menyambut hari Aids Internasional sekaligus kepedulian kami terharap penderita HIV/AIDS ini, supaya masyarakat tidak mengucilkan mereka," tegasnya.
Acara ditutup dengan flashmob bersama 55 mahasiswa sebagai simbol mereka berbahagia bersama.
Terkucilkan
Sebelum acara Seribu Harapanku Untukmu berlangsung, sejumlah anggota UKM Fitness melakukan observasi dengan ODHA di LSM mahameru, Jalan Manyar Tirtoyoso Selatan, Surabaya.
Menurut Muhammad Bilal, kondisi di lapangan ternyata banyak ODHA yang tidak mau dikenali identitasnya karena takut diketahui masyarakat.
"Awalnya kami akan melakukan kampanye bersama orang-orang dewasa, tapi ternyata mereka nggak mau diketahui identitasnya karena masyarakat masih suka negatif. Makanya besok kita kampanye bareng sama anak-anak ODHA yang tidak bersalah," katanya.
Prita Ayu Kusumawardhany, dosen pembina kegiatan AIDS Campaign menuturkan selain mengajak masyarakat menghindari penyakit HIV/AIDS para mahasiswa ini juga mengajak masyarakat berkegiatan positif.
"Salah satunya berolah raga, karena ternyata penderita HIV/AIDS itu bisa berolah raga dengan fitness," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/hiv-aids_20171130_160256.jpg)