Berita Madura

Kakek 60 Tahun di Sumenep Madura Tewas Dengan Penuh Luka Bacok. Motifnya Bikin Miris

Seorang kakek 60 tahun di Sumenep, Madura, ditemukan tewas dengan kondisi mengerikan. Motifnya, juga tak kalah memprihatinkan...

Kakek 60 Tahun di Sumenep Madura Tewas Dengan Penuh Luka Bacok. Motifnya Bikin Miris
Facebook
Korban pembunuhan di Sumenep, Madura. 

SURYA.co.id | SUMENEP - M Tasan, kakek 60 tahun dari desa Batang-batang daya, Kecamatan Batang-batang, Sumenep, Madura, tewas dengan cara tragis. 

Kamis (30/11/2017), pria yang sehari-hari dikenal sebagai buruh tani itu ditemukan tewas mengenaskan di kebun kelapa. 

Jasadnya ditemukan dalam kondisi luka-luka. Bahkan, di lehernya juga terdapat luka bacok yang menyebabkan leher itu hampir putus. 

Kepala Kepolisian Resor Batang-Batang, Sumenep, AKP Sutrisno membenarkan adanya kejadian tersebut.

Dia mengatakan, awalnya pihak kepolisian mendapat laporan penemuan mayat di lokasi tersebut.

Laporan itu ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian dan menemukan jasad seorang pria yang belum diketahui identitasnya.

“Namun setelah terus kita melakukan penyelidikan dan penyebafan infofmasi ke masyarakat, akhirnya data diri korban diketahui,” kata Sutrisno, Kamis (30/11/2017).

Masih menurut Kapolsek, sesuai keterangan yang diperoleh dari keluarga korban menyebutkan, korban menghilang dari rumahnya sejak Rabu malam.

Saat itu korban pamit ke keluarganya akan menghadiri sebuah kegiatan arisan tidak jauh dari tempat tinggal korban. Namun hingga larut malam korban tidak kembali ke rumahnya.

“Pihak keluarganya sejak malam itu juga sudah mencari keberadaan korban dengan mendatangi tempat arisan dan ke rumah-rumah kerabatnya, tapi tidak ditemukan,” katanya.

Sampai kemudian pada esok harinya, keluarga korban mendapatkan info dari aparat desa setempat jika ada penemuan mauat laki-laki.

Sehingga keluarga korban mendatangi lokasi ditemukannya mayat hanya sekitar 500 meter dari rumahnya itu dan benar kalau mayat laki-laki 60 tahun yang masih menggunakan sarung itu adalah Moh Tasan.

“ Mayat korban langsung dievakuasi dan dioutopsi di RSD dr H Moh Anwar Sumenep, setelah kemudian diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan,” tambah mantan Kapolsek Lenteng ini.

Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk orang yang pertamakali menemukan mayat korban dan saksi-saksi dari keluarganya.

Sedangkan kabar yang beredar di sekitar lokasi kejadian, pembunuhan ini diduga kuat berdasarkan isu santet yang santet dituduhkan ke korban. 

Penulis: Moh Rivai
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved