Berita Mojokerto

Erupsi Gunung Agung di Bali Bikin Perajin Patung di Mojokerto Ketar-ketir. Kok Bisa?

Meski terjadi di Bali, namun erupsi Gunung Agung juga menyebabkan pengrajin patung di Mojokerto resah. Ini lho alasannya...

Erupsi Gunung Agung di Bali Bikin Perajin Patung di Mojokerto Ketar-ketir. Kok Bisa?
ist/kompas.com
Salah seorang pematung di Desa Wates Umpak, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, sedang memahat patung Siwa berdiri, Rabu (11/12/2013). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Bencana alam di Pacitan dan erupsi Gunung Agung, Bali, membuat perajin patung di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, khawatir.

Pasalnya, dua daerah tersebut merupakan wilayah yang banyak memberikan kontribusi kepada para pemahat patung.

Misalnya saja di wilayah Pacitan. Banyak perajin patung yang membeli batu sebagai bahan dasar dari wilayah Kecamatan Jeruk. Namun, kondisi di beberapa daerah Pacitan yang saat ini mengalami bencana alam, membuat pengiriman batu terhambat karena jalan terputus.

"Kebetulan saya ambil batu ini langsung dari Pacitan, karena memang dari segi kualitasnya bagus. Tapi karena saat ini di sana sedang mengalami bencana alam, jadi sedikit terhambat. Mulai khawatir, karena pesanan juga cukup banyak," kata Sutirto saat ditemui Surya, Rabu (29/11).

Kekhawatiran ini pun semakin memuncak, tatkala pengiriman hasil produksi patung ke Bali tak bisa tersalurkan. Hal ini tidak lain karena dampak dari erupsi Gunung Agung yang mulai mengganggu jasa penerbangan.

"Meskipun pesanan untuk ke Bali tidak begitu banyak, tapi sangat berpengaruh. Meskipun baru bisa dikirimnya agak lama," imbuh pria 48 tahun ini.

Kendati demikian, ia pun tak putus asa. Sutirto tetap menerima pesanan dari manapun. Bahkan, saat ini ia sedang menerima pesanan dari luar negeri yang cukup banyak. Seperti dari Jerman, Belanda, Amerika, Korea dan beberapa negara lainnya.

"Kalau biasanya kirim ke Bali, kebanyakan patung Siwa, kuda, Dewi dan primitif. Kalau pesanan ke luar negeri, banyaknya patung modern. Sebenarnya, kita lebih banyak menerima pesanan dari luar negeri. Karena harganya bisa sampai dua kali lipat," tandasnya. 

Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved