Kamis, 9 April 2026

Berita Surabaya

Mimpi Mewujudkan Motor Pemadam Kebakaran Terkendala Biaya

Dinas PMK Kota Surabaya ingin melakukan pengadaan motor pemadam kebakaran dengan roda tiga di tiap kampung.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
surya/benni indo
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Pemadam Kebakan bakal melakukan pengadaan alat pemadam kebakaran beroda tiga. Kendaraan bermotor tersebut digadang bakal bisa membantu upaya pemadaman kebakaran yang lebih cepat, khususnya di kawasan perkampungan. 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas PMK Kota Surabaya Candra Oeratmangun, saat perangkaan APBD tahun 2018 di Komisi B, Senin (28/11/2017).

Candra mengatakan, akan dilakukan pengadaan dua unit kendaraan pemadam kebakaran dengan motor roda tiga. 

"Kendaraan ini lebih praktis. Dia akan membawa alat pemadam kebakaran ringan. Karena memang untuk penanganan kebakaran ringan dan cepat," kata Candra.

Nantinya, petugas yang mengendarai motor ini, jika tak mampu memadamkan sendiri, akan langsung mengabari tim PMK agar bisa datang dengan kendaraan lebih besar.

Tahun 2018 mendatang Dinas PMK akan mendapatkan anggaran sebesar Rp 159 miliar. Namun dipastikan tahun depan tiddak akan ada pengadaan mobil pemadam kebakaran. Sebab tahun ini sudah ada pengadaan untuk mobil PMK.

"Selain itu, tahun depan kami juga akan memperbanyak sumur di kampung-kampung di Surabaya. Sampai saat ini ada sebanyak 319 sumur di Surabaya. Tahun depan kita akan menambah sebanyak 20 sumur, kita perbanyak di kawasan perkampungan," ucap Candra.

Untuk wilayahnya akan disesuaikan dengan usulan warga melalui musyawarah perencanaan dan pembangunan kota (musrenbang). Sehingga nanti akan setiap kampung harapannya bisa memiliki sumur. Saat ada kebakaran warga yang sudah dilatih akan bisa langsung cepat melakukan pemadaman api.

"Dan petugas juga tidak perlu jauh mencari sumur di tengah pemukiman saat ada kebakaran," ucapnya.

Pihaknya juga akan mengadakan kerja sama ddengan PDAM untuk pembangunan sumur ini. Tujuannya agar penyaluran air untuk pemadaman bisa sesuai dengan kualitas.

Selanjutnya dalam forum tersebut, sempat diusulkan dewan agar Dinas PMK menyediakan aalat pemadam kebakaran ringan (apar) di sertiap RT di Surabaya. Mekanismenya menggunakan sistem hibah.

Namun disampaikan Candra, hal itu tidak bisa dilakukan lantaran jika hibah maka ada persyaratan tertentu seperti yang menerima harus berbentuk PT, Yayasan, atau yang berbadan hukum. "Itu yang menjadi kendala, ini kan untuk warga," katanya.

Sampai akhir bulan ini jumlah kebakran di SUraabaya mencapai 571 kejadian. Dengan kejadian terbanyak adalah di alang-alang dan lahan tidur.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD KOta Surabaya Mazlan Mansyur mengatakan dua alat kendaraan bermotor untuk se Surabaya tentunya tidak cukup. Ia mengusulkan jika alat ini memang efektif, maka ia berharap nanti di PAK bisa ditambahkan.

"Tentu saja kalau hanya dua unit menangani satu Surabaya tidak mencukupii. Makanya nanti di awal tahun kita lihat dulu, baagaimana pemanfaatannya, kalau memang efektif kita akan dorong untuk menambah pengaddan lewat PAK," kata politisi PKB ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved