Press Release

Coca-Cola Amatil Investor Day 2017

Coca-Cola Amatil mengadakan Kunjungan Investor dan Presentasi Manajemen untuk memberikan perkembangan strategi Grup dan bisnis di Indonesia.

Coca-Cola Amatil Investor Day 2017
ist
Managing Director Coca-Cola Amatil Group Alison Watkins dan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, ketika menghadiri Coca-Cola Amatil Investor Day 2017 

Merayakan 25 tahun beroperasi, sepanjang tahun 2017 Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) telah meluncurkan beberapa fasilitas baru termasuk lini produksi PET di Sumatera Utara, Mega Distribution Centre dan pabrik Preform di Jawa Timur, serta lini produksi Affordable Small Sparkling Package (ASSP) di Cikedokan – Jawa Barat. Teknologi ASSP dikembangkan secara eksklusif untuk The Coca-Cola System, dan lini ASSP yang di CCAI Cikedokan merupakan yang kedua di dunia.

Bapak Kadir Gunduz juga menambahkan bahwa CCAI juga terus berinvestasi dalam berbagai inisiatif pengembangan kapabilitas karyawan sebagai landasan strategi pertumbuhan CCAI. Saat ini CCAI memiliki 8 akademi pelatihan di 6 departemen dengan total ~51,000 training per hari setiap tahunnya. “Saya rasa kemajuan CCAI cukup kuat, dan saya bersemangat untuk terus bertumbuh bersama karyawan, komunitas, dan mitra kami.”

Dari segi volume, CCAI merupakan kontributor kedua terbesar untuk bisnis Amatil. Saat ini, CCAI berkekuatan 10.000 tenaga kerja yang melayani lebih dari 830,000 pelanggan, baik di pasar modern maupun tradisional di seluruh Indonesia; dan mengoperasikan delapan lini produksi preform di dua fasilitas PSD, empat Mega Distribution Centre, dan 38 lini produksi pabrik manufaktur kelas dunia.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, turut menghadiri kunjungan Coca-Cola Amatil Investor Day 2017. Di dalam kata sambutannya, beliau bicara mengenai industri makanan dan minuman yang telah mengalami begitu banyak kemajuan, juga menghadapi banyak tantangan.

“Tantangan-tantangan tersebut harus kita selesaikan bersama. Setiap pemain industri harus mengerahkan segala usaha untuk peningkatan kualitas, produktivitas dan efisiensi supply chain di industri. Tentunya inisiatif ini harus didukung dengan program peningkatan kompetensi dan aktivitas riset dan pengembangan,” ujar Bapak Airlangga Hartarto.

Lebih lanjut, beliau juga mengungkapkan apresiasi beliau untuk Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai salah satu perintis industri minuman non-alkohol siap saji di Indonesia.

“Semoga kunjungan ini menumbuhkan semangat untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan inovasi yang akan memberikan manfaat dan kontribusi yang optimal untuk pertumbuhan industri makanan dan minuman di Indonesia,” jelas Bapak Airlangga Hartarto.

Lini Alcohol & Coffee Coca-Cola Amatil juga sedang mengejar peluang untuk pelebaran bisnis di Indonesia melalui hubungan kerja sama antara bisnis Grinders milik Coca-Cola Amatil dengan perusahaan manufaktur mesin kopi kapsul, Caffitaly, untuk membawa masuk kopi berkualitas kafe ke ribuan rumah di Indonesia.

Kerja sama dengan perusahaan sistem kopi kelas dunia, Caffitaly, akan memperluas penjualan dan jaringan distribusi Coca-Cola Amatil. Perluasan ini akan didukung dengan beragam jenis kopi premium Grinders yang berkualitas kafe dan diproduksi khusus untuk mengikuti citra rasa Indonesia.

Rencana Masa Depan Coca-Cola Amatil
Ibu Alison Watkins mengungkapkan bahwa Indonesia, Papua Nugini, Selandia Baru, Fiji, Alcohol & Coffee & SPC sudah berada di jalur yang benar untuk mencapai target, sejalan dengan Shareholder Value Proposition.

“Australian Beverages’ dan pendapatan jangka pendek Grup akan terkena dampak percepatan reinvestasi sebesar kurang lebih USD 40 juta dari program cost savings di tahun 2018, serta pengaruh yang masih sulit diprediksi dari peraturan container deposit yang berlaku di Australia,” lanjut Ibu Alison Watkins.

“Meski demikian, kami terus berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan saham sebesar mid-single digit dalam jangka menengah ini. Pencapaian tersebut akan bergantung dari kesuksesan pertumbuhan revenue di Australia; faktor ekonomi di Indonesia dan kondisi regulasi di tiap pasar Coca-Cola Amatil.

“Dalam pertemuan investor kami terakhir, kami telah menjelaskan strategi Lead, Execute and Partner untuk menjadi yang terdepan di semua kategori, perbaikan signifikan dalam produktivitas dan eksekusi pasar, serta hubungan kerja sama yang lebih baik lagi dengan The Coca-Cola Company dan mitra kami yang lainnya.”

“Strategi-strategi tersebut tidak berubah. Meski kondisi industri terus berubah, kami tahu apa yang harus kami lakukan. Dan seperti yang telah kami jelaskan tahun lalu, bisnis kami memiliki banyak hal yang dapat memotivasi kami secara positif.”

Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved