Breaking News:

Banjir Porong

Begini Cara Pemprov Jatim 'Menguras' Banjir di Porong Sidoarjo

Wagub Jatim, Gus Ipul, telah mendatangi kawasan Porong, Sidoarjo, yang dilanda banjir. Begini caranya menguras air banjir tersebut...

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/irwan syairwan
Wagub Jatim, Gus Ipul (kiri) saat meninjau lokasi banjir di kawasan Porong, Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pemprov Jatim menginstruksikan pihak terkait untuk mengalirkan air yang membanjiri Jalan Raya Porong (JRP) ke tanggul lumpur Lapindo. Hal ini disampaikan Wakil gubernur Jatim, Saifulah Yusuf (Gus Ipul), saat melakukan inspeksi mendadak, Senin (27/11/2018) petang.

Gus Ipul mengatakan, setelah melakukan perhitungan teknis, akhirnya diputuskan air yang membanjiri JRP aman untuk diangkat ke tanggul lumpur Lapindo.

"Minggu (26/11/2017) kami belum berani menaikan air ke tanggul karena beberapa faktor teknis. Namun saat ini sudah dinyatakan aman sehingga (Senin) malam ini juga akan kami lakukan hal tersebut," kata Gus Ipul.

Pihak Pemprov juga menyediakan 13 pompa air untuk mengangkut air di JRP. Sampai Senin malam ketinggian air bertambah menjadi 75 cm. Padahal pagi harinya air sempat susut sekitar 50 cm.

Diharapkan, Selasa (27/11/2017) air mulai berkurang setelah air dipompa ke atas tanggul.

"Kalau bisa sudah susut dan bisa dilalui kendaraan lagi," sambungnya.

Banjir ini diakibatkan Sungai Ketapang tak mampu menampung debit air yang masuk karena hujan yang melanda kawasan ini Sabtu pekan lalu. Dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo sendiri sudah menyiapkan empat pompa air untuk menyedot sebagian air di Sungai Ketapang dan dialirkan ke Kanal Sungai Porong.

"Usai banjir ini kami akan lakukan normalisasi Sungai Ketapang. Sungai ini sendiri memang mengalami penyempitan dan sedimentasi," imbuh Nur Ahmad Syaifuddin, Wakil Bupati Sidoarjo.

Kendati demikian, normalisasi Sungai Ketapang ini masih menemui kendala anggaran. Kepala Dinas PUPR Sigit Setyawan mengungkapkan dana untuk bidang pengairan masih tertahan di DPRD.
Dana ini merupakan APBD 2017 senilai Rp 86 miliar. Dana ini tertahan karena merupakan dana tambahan yang tiba-tiba diajukan sementara APBD tersebut sudah diparipurnakan.

"Namun kami sudah dapat izin Wabup untuk gunakan dana swakelola terkait penanganan banjir JRP ini," tandas Sigit.

(Baca: Video Terbaru Banjir Porong Sidoarjo, Tonton Sampai Habis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved