Menikmati Thailand dalam Nuansa Baru

Nikmati Kemilau Patung Buddha Emas Murni 5 Ton dan Keunikan di Yaowarat

Sebagai wisata legendaris di Asia, Thailand memiliki karisma dengan unsur tradisionalnya sangat kental.

Nikmati Kemilau Patung Buddha Emas Murni 5 Ton dan Keunikan di Yaowarat
surya/musahadah
Di kawasan Yaowarat terdapat sejumlah kuil legendaris, salah satunya Wat Traimit. 

SURYA.co.id | BANGKOK - Sebagai wisata legendaris di Asia, Thailand memiliki karisma dengan unsur tradisionalnya sangat kental. Berikut keunikan di Thailand yang tidak dijumpai di Indonesia.

Tangan Boon Yin begitu terampil melilitkan benang ke rambut alis pelanggannya. Benang itu lalu ditarik hingga membuat alis si pelanggan tercabut. Sesekali dia memakai alat cabut untuk merapikan.

Hal itu dilakukan perempuan setengah baya ini berulangkali hingga membentuk alis yang rapi dan presisi.

Uniknya, layanan kecantikan itu bukan dilakukan di sebuah salon tertutup, tetapi di pinggir jalan Charoen Krung yang dikenal cukup padat dan ramai.

Tak ada dinding yang menutupi salon ini, hanya atap bangunan di belakang yang melindungi dari panas.

Untuk menandai salonnya, Boon Yin memajang beberapa banner berisi foto-foto praktek dan para pelanggannya. Bukan hanya cabut alis, Boon Yin juga melayani cabut bulu hingga facial.

Salon kecantikan di pinggir Jalan Charoen Krung, Bangkok, Thailand.
Salon kecantikan di pinggir Jalan Charoen Krung, Bangkok, Thailand. (surya/musahadah)

Ternyata, bukan Boon Yin saja yang beroperasi di jalan itu. Tak jauh dari tempat Boon Yin juga ada layanan serupa di antara pedagang kaki lima.

Tarif yang dikenakan pun sangat murah, hanya 50 baht atau sekitar Rp 20 ribu untuk cabut alis.

Di kawasan yang dikenal dengan nama Chinatown ini juga bisa dijumpai wanita setengah baya yang sibuk menjahit tas rusak dan berlubang.

Meski cuma layanan pinggir jalan, tetapi hasilnya dinilai memuaskan karena menyerupai warna dan bentuk aslinya.

Masih di kawasan ini banyak ditemui seorang pria atau atau wanita duduk di belakang meja berisi tumpukan kertas kecil.

Halaman
123
Penulis: Musahadah
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved