Senin, 27 April 2026

Berita Surabaya

Surabaya Dilanda Bakteri Tikus Mematikan, Warga Diminta Lakukan Hal-hal seperti ini

Sebisa mungkin ruang privat dan kamar tidur itu selalu ditutup untuk menghindari masuknya tikus.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya/pipit maulidiyah
Rumah Sukatono, warga Jalan Dukuh Karangan RT/RW 10/03 Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung Surabaya, yang meninggal akibat bakteri leptospirosis dibawa tikus. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Serangan bakteri leptospirosis yang timbul karena tiku di Wiyung Suranaya, warga diminta waspada. Tidak saja diminta menjaga lingkungan selalu bersih, namun juga diminta selalu menutup kamar.

Sebisa mungkin ruang privat dan kamar tidur itu selalu ditutup untuk menghindari masuknya tikus.

"Hal kecil tapi bisa mengantisipasi serangan tikus," kata Kabid Darurat dan Logistik Linmas Kota Surabaya, Yusuf Masruh, Kamis (23/11/2017).

Linmas saat ini makin rajin turun ke masyarakat untuk mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sehat. Apalagi diduga ada serangan wabah penyakit yang ditimbulkan karena tikus.

Jika ada warga yang mengeluh sakit dan panas segera diperiksakan ke dokter atau Puskesmas. Secepatnya tak perlu menunggu lama agar secara dini bisa terdeteksi dan tertangani.

Sedang dalam penanggulangan pascadugaan serangan leptospirosis yang menimpa warga Babadan, Kecamatan Wiyung, Dinkes Surabaya belum merasa perlu penanganan khusus.

Pihak Dinkes juga belum perlu dilakukan penanggulangan khusus di daerah tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Febria Rahmanita.

Penanggulangan dugaan wabah penyakit yang telah merenggut korban warga Wiyung itu dilakukan menyeluruh bersamaan dengan datangnya musim hujan.

Pencegahan dan penanganan itu tidak semata berkaitan dengan persoalan tikus.
"Segala penyakit yang muncul dan ditimbulkan karena musim penghujan akan kita tanggulangi," kata Febria.

Dia menyebut bahwa Penanggulangan yang dilakukan masih secara umum terkait penyakit yang mungkin muncul di musim hujan. Sama seperti penanggulangan penyakit DB atau penyakit lainnya.

Upaya yang dilakukan adalah penyuluhan yang rutin dilakukan memasuki musim penghujan dan pengecekan kesehatan secara rutin hingga ke tingkat kampung dan RT.

Program punyuluhan dan cek kesehatan akan rutin digelar. Leptospirosis yang diduga menyerang anggota keluarga di Wiyung itu statusnya masih suspect. Belum dianggap kejadian luar biasa.

"Kuncinya adalah menjaga kebersihan lingkungan. Kalau warga Wiyung kini memburu tikus, itu langkah inisiatif. Terus jaga kondisi lingkungan sehat dan bersih," kata Febria.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved