Berita Mojokerto
Jeglongan Maut di Jetis Mojokerto Menewaskan 5 Orang, Diprotes, Reaksi Pemkab Cuma Begini
Akibatnya, di sepanjang jalan kurang lebih 200 meter ini mengalami kerusakan cukup parah hingga mengakibatkan celaka.
Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Musahadah
SURYA.co.id I MOJOKERTO - Jebolnya tanggul penahan saluran air di Dusun/Desa Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto menyebabkan jalan perkampungan setempat terus mengikis.
Kondisi ini diperparah masuknya kendaraan besar dan bermuatan berat di jalan kawasan industri yang berada persisi di bawah jalur cepat Tol Surabaya-Mojokerto ini .
Akibatnya, di sepanjang jalan kurang lebih 200 meter ini mengalami kerusakan cukup parah hingga mengakibatkan celaka.
Andika, warga setempat mengatakan, tidak jarang jalan berlubang tak terlihat ketika banjir datang.
Rata-rata lubang di sini memiliki kedalam lebih dari 50 sentimeter dengan diameter lebih dari lima meter.
Dengan kondisi jalan seperti itu, tidak jarang pengendara kerap terperosok di jalan.
"Beberapa bulan ini, sudah ada lima orang meninggal di sini karena kecelakaan. Tiga orang meninggal di depan pabrik plastik itu, satu pas di jeglongan, satu lagi di bawah tol. Rata-rata meninggal di jalan rusak ini, mungkin mereka tidak tahu," terang Andika.
Kondisi jalan berlubang ini, jauh berbeda dengan jalan lainnya yang telah dicor oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.
Ya, sepanjang jalan yang rusak ini diapit di antara jalan yang telah dibeton dengan apik dan mulus sehingga banyak pengendara terkecoh jika melaju dengan kecepatan tinggi.
"Warga sini sudah sering protes, tapi cuma dijanjikan saja. Katanya mau ditinggikan 70 sentimeter disamakan sama saluran, tapi juga belum dikerjakan. Padahal kondisi jalan ini, sudah satu tahun lebih. Kalau sudah banjir bisa sampai selutut, kan kasihan banyak yang mogok," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mojokerto_20171122_165054.jpg)