Berita Pendidikan Surabaya
Surabaya Tegaskan SMP-SMA/SMK kembali UNBK 100 Persen, 4 Opsi ini Pertimbangannya
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, Ikhsan mengungkapkan UNBK sudah persiapan simulasi dan pembagian ke sub rayonnya.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Baru juga menginjak semester genap, sekolah mulai mempersiapkan untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Seperti tahun lalu, UNBK SMP, SMA dan SMK di Kota Surabaya telah dilaksanakan 100 persen. Meskipun beberapa sekolah masih kesulitan memenuhi sarana prasarana.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, Ikhsan mengungkapkan UNBK sudah persiapan simulasi dan pembagian ke sub rayonnya untuk mengatasi kendala yang sebelumnya belum tuntas.
"Ada juga program pengadaan komputer ke sekolah-sekolah. Makanya ada yang lebih banyak yang mandiri tahun ini," ungkapnya ketika dikonfirmasi SURYA co.id, Selasa (20/11/2017).
Dikatakannya, Surabaya sejak awal sudah 100 persen UNBK. Tahun ini juga demikian, pihaknya memakai empat opsi seperti tahun-tahun sebelumnya untuk membantu pelaksanaan UNBK.
"Di pusat juga polanya sama seperti di Surabaya," ujarnya.
Kalaupun tahun ini ada pengadaan komputer secara mandiri di sekolah. Ia menegaskan hal ini diperkenankan asalkan sudah disepakati komite dan bersifat transparan.
"Sewa komputer juga boleh pakai anggaran BOS. Pakai dana orang tua juga nggak masaah asal komite setuju dan ikhlas," pungkasnya.
Sedang Kepala Dindik Jatim Saiful Rachman mengatakan, tahun ajaran 2016/2017 lalu di Jatim sebanyak 12 lembaga SMA masih menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil. Lembaga ini berada di wilayah kepulauan. Sementara, jenjang SMK telah 100 persen UNBK sama halnya dengan SMA di Kota Surabaya.
“Tahun ajaran 2017/2018 ini akan 100 persen UNBK,” jelasnya .
Dia mengungkapkan, sekitar 4.000 ribu paket komputer dibagikan ke SMA/SMK untuk menunjang pelaksanaan UNBK. Termasuk bagi 12 SMA di wilayah Kepulauan Sumenep. Mereka diberi sarana dan prasarana agar tahun depan bisa UNBK. Disinggung kesiapan jaringan, Saiful mengaku akan menggunakan satelit.
Kabid Pembinaan Pendidikan SMA Dindik Jatim, Ety Prawesti mengatakan, sebelum menerima bantuan komputer, lembaga mengajukan usulan. Untuk jenjang SMA, sebanyak 56 lembaga menerima bantuan komputer. Rinciannya, 33 SMA negeri dan 23 SMA swasta. Jumlah itu termasuk 12 SMA di wilayah Kepulauan Sumenep. “12 SMA ini menerima 198 unit karena tahun depan 100 persen UNBK,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, bantuan komputer yang diterima lembaga ini satu paket. Tiap paketnya berisi 20 komputer, satu server, satu printer, dan UPS.
Selain digunakan untuk UNBK, sekolah bisa menggunakan komputer ini sebagai sarana pembelajaran sehari-hari. Misalnya sebagai laboratorium.
Saat ini, kata Ety, komputer untuk SMA swasta sedang dalam proses distribusi. Sementara SMA negeri telah tuntas pendistribusiannya. Dengan adanya bantuan ini, dia optimistis SMA di Jatim 100 persen menyelenggarakan UNBK.
“Untuk tahun depan tidak ada lagi bantuan komputer. Nanti semuanya di pegang pusat,” jelasnya.
Kabid Pembinaan Pendidikan SMK Dindik Jatim Hudiyono menambahkan, tahun 2017 ini SMK di Jatim menerima bantuan komputer sebanyak 2.200 unit.
Komputer disalurkan ke 137 lembaga. Rinciannya, 84 SMK negeri dan 53 SMK swasta. Setiap lembaga penerima mendapat satu paket terdiri atas 15 komputer client, satu server, printer, dan UPS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-kepala-dinas-surabaya_20160326_215004.jpg)