Berita Surabaya

Kasus Medis Menjadi Soal Tersulit Dalam Med Spin 2017

Kasus medis menjadi hal yang masih awam diketahui bagi siswa SMA, meskipun sudah memilih jurusan IPA. Ini buktinya...

Kasus Medis Menjadi Soal Tersulit Dalam Med Spin 2017
surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Peserta Medical Science and application competition (Medspin) 2017 saat mengikuti workshop medis dasar di FK Unair, Minggu (19/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Kasus medis menjadi hal yang masih awam diketahui bagi siswa SMA, meskipun sudah memilih jurusan IPA.

Hal ini dialami kebanyakan peserta yang mengikuti Medical Science and application competition (Medspin) 2017 yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Universitas Airlangga (BEM FK Unair), Minggu (19/11/2017).

Ragil Raharjo (17) misalnya, siswa asal SMA N 1 Manokwari yang harus gagal masuk grand final setelah lolos penyisishan secara online bersama timnya. Ia mengungkapkan kesultan menjawab soal-soal medis dasar yang memang belum pernah dipelajari.

“Persiapan kami hanya belajar dasarnya. Tapi ternyata ada materi pendalaman materi medisnya dan banyak soal yang memang sulit. Ini sudah saya tanyakan saat selesai mengerjakan soal penyisihan ke teman yang biasa ikut olimpiade,” ungkapnya ketika ditemui SURYA.co.id di Unair Kampus A, Minggu (19/11/2017).

Dikatakannya, materi medis ini sebenarnya ada dalam ektra kurikuler PMR. Sayangnya ia tidak mengikuti ekskul tersebut disekolahnya.

Keinginannya mengikuti olimpiade ini juga dikarenakan keinginannya masuk fakultas kedokteran, sehingga ia berharap bisa menambah beberapa prestasi yang mendukung.

“Dua kakak saya kuliah di UGM jurusan kedokteran, saya juga ingin. Sempat kaget bisa lolos penyisihan. Makanya saya nekat ke Surabaya dengan 2 teman saya,” ujar peserta asal Papua ini.

Hal serupa diungkapkan Lie Kevin, siswa SMAN 3 Semarang. Ia mengikuti olimpiade ini karena mnurutnya serupa dengan olimpiade MIPA. Sayangnya ternyata pertanyaan medis membuatnya cukup kesulitan hingga tidak bisa maju babak final.

“Saya diajak teman ikut olimpiade ini, apalagi kalau di sekolah juga ada seleksi offline. Ternyata satu tim dari Semarang cuma kami yang lolos,” urainya.

Fadhil Abiyyu Yofi, panitia Med Spin mengungkapkan babak penyisihan dilakukan 6.000 peserta di Indonesia secara online. Ada juga penyisihan offline di 31 Kota tempat asal mahasiswa FK.

“Materi dalam olimpiade ini berkisar biologi, fisika, kimia dan kedokteran dasar. Silabus materi-materi ini sebelumnya sudah disebarkan melalui website kegiatan,”urainya.

Dari babak penyisihan, diambil rangking 1 dan 2 dari setiap daerah untuk babak selanjutnya secara offline di FK Unair. Selain olimpiade, kegiatan di FK Unair juga dikemas dengan workshop dan talkshow terkait medis dasar dan dunia kedokteran.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved