Breaking News:

Berita Surabaya

4 Kontraktor ini Masuk Daftar Hitam Pemkot Surabaya, begini Dosa-dosanya

Ada empat kontraktor yang masuk daftar hitam Pemerintah Kota (emkot) Surabaya.

surya/sugiharto
Seorang pekerja mengangkut pasir yang ada di halaman sekolah SDN Tambaksari III Surabaya, Sabtu (18/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ada empat kontraktor yang masuk daftar hitam Pemerintah Kota (emkot) Surabaya. Keempat kontraktor tersebut memenangkan tender pembangunan proyek gedung pada 2017, namun mereka tak mengerjakannya.

Keempat kontraktor itu adalah CV Penta Graha Lestari yang memenangkan tender proyek Kantor Kelurahan Babat Jerawat, CV Mitra Jaya Abadi menang tender proyek SDN Made I dan II, CV Mitra Jaya Abadi menang tender proyek SDN Tambaksari III dan IV, dan CV Putri Kembar pemenang tender proyek Sentra PKL Kapas Krampung.

Hingga kini, para kontraktor itu belum memulai sama sekali pengerjaan proyek. Para kontraktor itu mengalami sejumlah masalah.

Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya M Taufik mengatakan, empat rekanan pemenang tersebut sudah ditindak.

"Sudah kami lakukan blacklist (daftar hitam). Karena mereka tidak kunjung mengerjakan proyek hingga tenggat waktu yang ditentukan," kata Taufik, Sabtu (18/11/2017).

Dari empat proyek itu, dua di antaranya sudah dilelang ulang, yaitu proyek pembangunan SDN Tambaksari 3 dan SDN Made.

Dua proyek tersebut saat ini sudah mulai pengerjaan dengan rekanan berbeda.

"Karena kami menganggap masih ada waktu kami lelang ulang. Dan saat ini sudah dikerjakan," katanya. Nilai proyek dua gedung tersebut masing-masing Rp 1,2 miliar.

Sedangkan untuk dua proyek lain, yaitu pembangunan gedung Kator Kelurahan Babat Jerawat dipastikan sampai saat ini masih belum dilakukan.

Pihak Dinas Cipta Karya akan melelang lagi proyek itu pada 2018. Begitu juga dengan proyek pembangunan Sentra PKL di Kapas Krampung, sampai saat ini juga belum dilanjutkan dan akan kembali dilakukan pada tahun depan.

"Nilainya Rp 800 juta untuk sentra PKL Kapas Krampung," ucap Taufik.

Ia menyebutkan, dengan adanya blacklist, maka kontraktor tersebut tidak akan bisa mengikuti lelang Pemkot hingga dua tahun mendatang.

Taufik mengatakan dengan adanya proyek yang tidak selesai, maka yang akan dirugikan adalah masyarakat. Misalnya, penguna gedung sekolah, pengguna kantor kelurahan, dan juga sentra PKL.

Akan tetapi, ia menambahkan, untuk sekolah diupayakan agar akhir 2017 pembangunannya selesai dan bisa dimanfaatkan para siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Eri Cahyadi mengatakan urusan lelang bukan menjadi urusan dinasnya, melainka Unit Pelasana Lelang.

“Kami hanya tahu kontraktor yang menang siapa dan yang mengerjakan siapa. Kalau sistem lelangnya Surabaya semua sudah online,” kata Eri.

Dengan adanya proyek mangkrak, mau tidak mau akan berpengaruh pada serapan anggaran. Eri mengatakan, saat ini serapan anggaran dinasnya baru 45 persen. Ia yakin akhir tahun bisa naik hingga lebih dari 80 persen.

“Karena banyak proyek kita sekarang yang sudah jalan, tinggal proses cek di lapangan, baru bayar. Kami yakin serapannya akan lebih dari 80 persen,” kata Eri.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved