Berita Surabaya

Tidak Semua Penyakit Butuh Antibiotik, Penggunaan Antibiotik sebaiknya hanya pada Kasus seperti ini

Tidak semua pasien ditangani RSUD dr Soetomo, sehingga kewaspadaan akan pemberian antibiotik juga harus dipahami rumah sakit lain.

Tidak Semua Penyakit Butuh Antibiotik, Penggunaan Antibiotik sebaiknya hanya pada Kasus seperti ini
surya/sulvi sofiana
DISKUSI AMR - Ketua Komite Resistensi Antimikroba (KPRA) Kemenkes RI, dr Hari Paraton SpOG (k) (tengah) dalam diskusi AMR di RSUD dr Soetomo, Kamis (16/11/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Resistensi antimikroba (AMR) muncul sebagai isu kesehatan masyarakat yang semakin menyita perhatian para pemangku kepentingan kesehatan di seluruh dunia.

Menurut data WHO, pada tahun 2014 terdapat 480.000 kasus baru multidrug-resistent tuberculosis (MDR-TB) di dunia dan 700.000 kematian per tahun akibat bakteri resisten.

Resisten antimikroba ini salah satunya dikarenakan pemakaian antibiotik yang berlebihan dan tidak sesuai dengan penggunaannya.

Untuk itu, dalam Pekan Peduli Antibiotik Sedunia tahun ini dilakukan sejumlah edukasi pada masyarakat bahkan tenaga kesehatan.

Ketua Komite Resistensi Antimikroba (KPRA) Kemenkes RI, dr Hari Paraton SpOG (k) menjelaskan posisi RSUD dr Soetomo cukup penting untuk memberikan pedoman dan menyosialisasi penanganan infeksi akut pada rumah sakit di Jatim.

Tidak semua pasien ditangani RSUD dr Soetomo, sehingga kewaspadaan akan pemberian antibiotik juga harus dipahami rumah sakit lain.

“Pengunaan antibiotik pada hewan ternak menyebabkan adanya resisten antimikroba (AMR) dalam hewan ternak. Hal ini berpengaruh pada manusia yang mengkonsumsinya, karena bakteri resisten akan berpindah pada manusia. Termasuk residu antibiotic,” paparnya dalam diskusi AMR yang digelar di RSUD dr Soetomo, Kamis (16/11/2017).

Ia menjelaskan tenaga kesehatan harus diedukasi bahwa Antibiotik tidak aman. Tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik, sakit akibat virus, flu ataupun lecet.

Jadi kalau bisa antibiotik digunakan saat infeksi bakteri saja, bukan infeksi akibat jamur ataupun virus.

“Pengguna antibiotik di Indonesia khususnya di rumah sakit perlu diatur lagi. Karena sering ada penyalahgunaan dengan memberikan resep antibiotik. Sehingga penyebaran bakteri resisten semakin meningkat,” terangnya.

Halaman
12
Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved