Berita Pendidikan Surabaya

Siswa SMPK Angelus Custos 1 Surabaya Raih Silver Award Olimpiade Matematika Internasional

Menjadi siswa berprestasi hingga mendapat beasiswa penuh di SMPK Angelus Custos 1 Surabaya merupakan hal yang biasa bagi Samuel (14).

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
surya/sulvi sofiana
Samuel memperlihatkan sertifikat dan terofinya. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Menjadi siswa berprestasi hingga mendapat beasiswa penuh di SMPK Angelus Custos 1 Surabaya merupakan hal yang biasa bagi Samuel (14).

Namun, ia sama sekali tidak menyangka akan mampu melewati berbagai kompetisi regional hingga meraih silver award dalam International Teenagers Matematics Olympiad 2017.

Kompetisi ini merupakan kompetisi lanjutan dari Olimpiade Siswa Nasional (OSN) yang digelar melalui berbagai tingkat. Yaitu tingkat kota, provinsi, hingga nasional.

Siswa kelahiran Surabaya, 24 Maret 2003 ini berhasil lolos dalam evaluasi selama karantina dan pelatihan juara OSN Nasional.

Ia dan tujuh siswa lainnya berhasil unggul dalam evaluasi juara OSN yang diikuti 15 siswa.

“Pelatihannya selama sebulan di Bogor sejak Oktober 2017. Ya belajar rutin seperti biasa Matematikanya,” urai siswa berkacamata ini saat ditemui SURYA.co.id, Rabu (16/11/2017).

Ia pun masih ingat sejak 8 hingga 12 November telah bertemu siswa dari berbagai negara yang unggul dalam bidang Matematika.

Totalnya ada 256 peserta dari 16 negara yang ikut dalam kompetisi ini. Kompetisi ini terbagi dari 2 kategori, yaitu kategori individu dan tim.

“Secara individu saya harus mengerjakan 30 soal selama 2 jam,” ujar bungsu 4 bersaudara ini.

Sedangkan saat kompetisi secara tim, ia dan 3 orang anggota tim lainnya harus mengerjakan 10 soal. Agar lebih cepat, mereka membagi tugas untuk masing-masing mengerjakan 2 soal, sedangkan sisanya dikerjakan bersama.

“Memang butuh kekompakan dan kesamaan pemikiran, kami berdiskusi pembagian soal selama 10 menit sebelum mengerjakan,” jelas siswa yang mengungkapkan lebih suka menghabiskan waktu luangnya untuk bermain handphone atau tidur ini.

Ia mengungkapkan sejujurnya tidak begitu menyukai Matematika secara khusus. Ia hanya tertarik untuk memecahkan masalah, dan kebetulan dalam soal Matematika ditemuka banyak masalah yang menarik untuk dipecahkan.

“Belajarnya juga nyantai dan lebih suka saat mengerjakan sambil mendengarkan musik,” ungkap siswa yang pernah meraih predikat Siswa Berprestasi Kota Surabaya tahun 2016 ini.

Dengan prestasi yang diraihnya saat ini, ia berharap bisa kembali menorehkan prestasi baru saat ia sudah berada di SMA. Apalagi ia merasa mulai ketagihan dengan kompetisi internasional.

“Di sana seru ketemu orang luar negeri dan saling bertukar suvenir. Saya membagikan pin yang saya bawa dari Indonesia untuk mereka,” ujar siswa yang ingin menjadi programmer ini.

Kepala SMPK Angelus Custos 1 Surabaya, Frater M Gabriel mengungkapkan persiapan siswa untuk bisa mengikuti OSN tidak singkat. Sejak kelas 7 siswa digali minat dan bakatnya, jika memang memiliki minat di bidang pelajaran yang dilombakan dalam OSN, maka mereka akan dibina intensif.

“Penyiapannya tidak instan sejak kelas 7 ada pembinaan IPA, Matematika dan IPS. Seminggu sekali tiap Sabtu mendatangkan dosen ITS dan trainer dari Jakarta,” ungkapnya.

Namun, ia menegaskan sebesar apapun upaya sekolah tidak akan mempu membentuk siswa berprestasi tanpa tekad sang anak. Sehingga menurutnya prestasi Samuel ini merupakan upaya yang memang tidak bisa dianggap remeh. Samuel juga mengikuti karantina setiap pelatihan mengikuti OSN jenjang lebih tinggi.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved