Breaking News:

Berita Pasuruan

'Siang Ada Akses Mendapatkan Air Bersih, Selang Hari Berikutnya Mati, Selama Bertahun-tahun'

Siang ada akses mendapatkan air bersih, dan selang berikutnya mati. Gantian ke RT lain, hidup sedikit terus mati

surya/galih lintartika
Pembangunan PDAM tingkat desa dan saluran Sambungan Rumah (SR) dalam program Pamsimas masih dikerjakan. 

“Kami dulu punya sumber mata air, namun karena tidak dikelola dengan baik, akhirnya sumber mata air itu sisa-sia,” kata Kepala Desa Jatiarjo, Sareh Rudianto.

Sareh menjelaskan, anggaran itu memang belum mencakup keseluruhan warga yang ada di Desa Jatiarjo.

Namun, kata dia, hal itu, mampu sedikit mengobati masyarakat yang selama ini kesulitan air bersih.

“Sangat tragis. Siang ada akses mendapatkan air bersih, dan selang berikutnya mati. Gantian ke RT lain, hidup sedikit terus mati selama bertahun-tahun. Saya sebagai kepala desa sangat terbantu dengan Pamsimas,” kata dia.

Menurut dia, anggaran itu bukan termasuk anggaran 10 persen yang diwajibkan untuk dikeluarkan Pemdes dalam pelaksanaan program pamsimas.

Sekadar diketahui, bantuan dari pemerintah pusat hanya 70 persen, sisanya 20 persen dari masyarakat, dan 10 persen dari ADD milik desa setempat.

“Bukan itu beda lagi. Kami memang menganggarkan khusus bisa mewujudkan universal akses di Jatiarjo,” paparnya.

Terpisah, Koordinator Kabupaten program Pamsimas, Rediston menambahkan, pihaknya memang sangat serius untuk mensukseskan program ini.

Kata dia, untuk desa tahun 2017 ini sudah mendekati sempurna. Artinya, desa di tahun 2017 sudah selesai.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan pendampingan untuk desa tahun 2018 mendatang. Karena program ini memang dikebut dan tahun 2019 ditarget mewujudkan 100 0 100. Artinya, 100 persen akses mudah sanitasi dan air bersih dan 0 persen kawasan kumuh," tambah Rediston.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved