Single Focus
Pemprov Jatim Tak Keluarkan Penlok, Frontage Road di Wonokromo Batal
"Banyak bangunan dirobohkan tetapi kok lama tidak dilanjutkan proyeknya. Katanya nanti frontage road tembus dari RSI Wonokromo hingga Joyoboyo."
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Langkah Kota Surabaya yang ingin segera menuntaskan proyek Frontage Road (FR) sisi Barat Wonokromo menemui jalan buntu. Hingga saat ini proyek impian pengurai macet itu mandek.
Hingga pengujung tahun ini, belum ada kelanjutan pembangunan akses FR sisi barat Wonokromo. Padahal, sebelumnya puluhan bangunan di lokasi itu sudah diratakan dengan tanah.
Pantauan Surya.co.id di lokasi, areal sepanjang Pasar Wonokoromo sisi Barat memang sudah rata tanah. Meski begitu, ada warga yang menggelar lapak dagangan di eks pasar ini.
"Banyak bangunan dirobohkan tetapi kok lama tidak dilanjutkan proyeknya. Katanya nanti frontage road tembus dari RSI Wonokromo hingga Joyoboyo," ucap Muhlisin, warga Wonokoromo, Senin (13/11/2017).
Karena belum tuntas, terjadi penyempitan jalur sebelum Wonokromo. Sehingga, persis di bawah jembatan layang Mayangkara, Wonokromo, setiap hari macet.
Padahal, persis di depan RSI Wonokromo saat ini sudah lebar. Perlintasan KA di depan Royal Plaza juga dipastikan akan dilebarkan, setelah palang pintu resmi dioperasikan Senin pagi.
Informasi yang diterima Surya.co.id, mandeknya proyek pengurai macet ke arah Jl Raya Darmo itu karena masalah administratif.
Hingga saat ini, belum ada penetapan lokasi (Penlok) yang dikeluarkan Pemprov Jatim.
Sebelum proyek di jalan nasional (Jl Raya Wonokromo-Red) itu dikerjakan harus ada penetapan lokasi oleh Pemprov Jatim.
Terkait penlok proyek FR ini, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Jatim, Anom Surahno menjelaskan, Jatim mendukung percepatan penuntasan proyek FR di Surabaya. Termasuk di sisi barat Wonokromo.
"Namun harus dipastikan dulu mengenai wilayah administrasinya," kata Anom.
Ia mengungkapkan, Pemkot dan Pemprov pernah bertemu khusus membahas rencana pembangunan FR ini pada Juni lalu.
Dalam pertemuan itu, memunculkan catatan bahwa peningkatan jalan di sana belum masuk tata ruang dan wilayah (RTRW) Kota.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/fr-wonokromo_20171113_214539.jpg)