Sambang Kampung Pulo Wonokromo

Toko Pakaian Pejuang Pulo Wonokromo Jadi Jujugan Pembeli karena Pilihan Lengkap

Para pembeli mengaku puas jika berburu pakaian pejuang dan pahlawan di kampung Pulo Wonokromo.

surya/achmad zaimul haq
Lengkap dan banyak pilihan menjadi alasan para pembeli mengunjungi toko pakaian pejuang Pulo Wonokromo. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Para pembeli mengaku puas jika berburu pakaian pejuang dan pahlawan di kampung Pulo Wonokromo. Pasalnya di kampung ini, menyediakan pilihan yang lengkap untuk aneka kostum bertema kepahlawanan.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Rahayu, pembeli di Pulo Wonorkomo, Rabu (8/11/2017) siang. Saat itu, ia tengah asik memilih baju pejuang untuk anaknya yang duduk di kelas II di SDN Kaliasin.

"Kamis dan Jumat diminta untuk pakai seragam pahlawan. Karena belum punya ya harus cari. Langsung kepikiran di Pulo Wonokromo," ucap Rahayu.

Ia menyebutkan baginya berburu di sini tidak ada batasan pilihan semua ada. Termasuk aksesoris yang biasa digunakan oleh pahlawan maupun pejuang. Sehingga anaknya bisa diminta untuk memilih secara langsung.

"Tinggal pilih yang sesuai keinginan dan sesuai kantong, dan bisa ditawar sedikit," katanya.

Ia sendiri mengaku mencari pakaian untuk panglima TNI angkatan laut. Sebab anaknya suka dengan kapal laut. Sehingga ia mencarikan putranya kostum tersebut.

"Nggak harus mahal, yang penting bisa dipakai dan anak nyaman," ucapnya.

Nur Laila, warga RT 1 RW 7 Kelurahan Wonokromo Kecamatan Wonokromo yang juga pemilik toko baju pahlawan mengaku tahun ini ada penurunan yang cukup signifikan untuk penjualan baju seragam pahlawan.

Biasanya di tanggal 8 dan tanggal 9 November baju yang distok sudah tinggal seperempat. Dan tanggal 10 November semua sudah menggunakan seragam pahlawan.

"Tapi sekarang, tergolong sepi. Tidak seramai dulu. Bahkan kalau biasanya itu tanggal 8 itu puncaknya. Sekarang masih belum," ucapnya.

Salah satu sebabnya adalah sekolah yang saat ini dirasa kurang memberikan ruang ekspresi di momen hari Pahlawan. Sehingga siswa cenderung tidak mencari kostum kepahlawanan.

"Kan tergantung sekolahnya ada instruksi pakai kostum atau tidak. Kalau diwajibkan tentu banyak yang mencari. Saya harap juga banyak even karnaval agar banyak yang menghidupkan usaha ini," ucapnya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved