Berita Mojokerto
Material Proyek RSUD di Mojokerto Dikeluhkan Warga, begini Reaksi Pengawas Proyek
Proyek pembangunan gedung rawat inap RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, kembali menuai konflik.
Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Parmin
SURYA.co.id | MOJOKERTO - Proyek pembangunan gedung rawat inap RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, kembali menuai konflik.
Kali ini, warga memprotes pengerjaan gedung yang dinilai tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Pasalnya, setiap kali mengecor banyak material bangunan yang berjatuhan menimpa rumah warga.
Pembangunan yang dikerjakan sejak Juli lalu, memang bersebelahan langsung dengan rumah warga.
Bahkan, warga merasa terganggu setiap kali pengerjaan dilakukan hingga tengah malam, di saat jam waktu tidur.
"Genting sama plafon rumah saya jebol tertimpa materil cor malam hari," kata Farid seorang warga, Kamis (9/11/2017).
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebab, saat peristiwa jebolnya plafon dan rusaknya genting, Farid bersama keluarganya sedang berada di kamar bagian depan.
"Kejadiannya kemarin (8/11/2017) sekitar pukul 22.00 saat semua tertidur, tiba-tiba bunyi bruk keras sekali. Waktu saya cek, ternyata sudah jebol atap rumah saya," kata Farid.
Hal senada juga disampaikan oleh Agus Januarianto warga lainnya. Sejak dibangun proyek yang dianggarkan dari APBD ini dikerjakan, kenyamanan warga selalu terusik. Terutama, rumah warga yang berdampingan langsung dengan pengerjaan bangunan tiga lantai tersebut.
"Selama ini tidak ada koordinasi yang baik dengan warga. Misalnya, saat mau mengecor hingga tengah malam, ya bilang kepada warga kalau mau lembur. Komunitasnya itu tidak ada. Kami sudah protes ke kecamatan, tapi katanya pihak rumah sakit telah melakukan sosialisasi kepada warga, padahal kenyataannya tidak ada. Kami tidak melarang pembangunan, tapi kenyamanan dan keamanan warga tolong diperhatikan juga," jelas Agus.
Sementara itu, Surip pengawas proyek mengaku bahwa pihaknya telah melakukan pengerjaan sesuai dengan standar. Bila ada material yang berjatuhan hingga mengenai rumah warga, hal itu murni karena kecelakaan semata.
"Kami selalu memprioritaskan SOP, itu murni kecelakaan bukan kelalaian," katanya singkat.
Terpisah, Kapolsek Mojosari Kompol Herry Sucahyo mengatakan, kejadian tersebut telah ditangani. Bahkan pihaknya telah memanggil beberapa pihak terkait untuk melakukan mediasi.
"Kami sudah panggil, kami mediasi. Intinya, kalau mau ngelembur silakan warga juga tidak memprotes pembangunan karena itu proyek pemerintah. Hanya saja, mereka meminta supaya kulo nuwun kalau mau ngecor atau ngelembur sampai malam. Tadi semua sudah dimediasi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tertimpa-material-proyek_20171109_195241.jpg)