Berita Banyuwangi

Lahir Procot Pulang Bawa Akta Banyuwangi Raih Emas di Filipina

Program tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan medali emas dalam ajang tersebut.

Penulis: Haorrahman | Editor: Titis Jati Permata
surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menjenguk pasien di puskesmas. Puskesmas dan rumah sakit Banyuwangi terdapat Program Lahir Procot Pulang Bawa Akta. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Program pelayanan publik Banyuwangi, Lahir Procot Pulang Bawa Akta, meraih emas di International Convention On Quality Control Circles (ICQCC).

Direktur RSUD Blambangan, dr Taufik Hidayat, RSUD Blambangan mengatakan, program tersebut merupakan satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan medali emas dalam ajang tersebut.

"Kami bersyukur bisa mendapat emas. Kami melakukan persiapan selama enam bulan untuk event ini," kata dr Taufik Hidayat, Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi, Selasa (7/11/2017).

Penilaian ICQCC diadakan di Okada Manila, Paranaque City, Metro Manila, Filipina, 24 – 26 Oktober 2017 lalu.

“Saat itu, di hadapan Chairman ICQCC, Anthony B. San Mateo dan Presiden QPAP, Juhie S. Mayo serta peserta forum dari berbagai negara, saya memaparkan tentang Lahir Procot Pulang Bawa Akta dalam bahasa Inggris. Seluruh anggota tim pun mengenakan kostum etnik Banyuwangi,” tutur Taufik.

Taufik mengatakan tim RSUD Blambangan terdiri atas 8 orang. Rinciannya tiga bidan, tiga perawat, seorang fasilitator, dan Taufik sendiri sebagai direktur RSUD Blambangan yang memaparkan tentang program tersebut.

Untuk penilaiannya, mulai dari manajemen rumah sakit, kualitas pelayanan minimal harus mendapatkan poin 85.

Persaingan dengan negara lain berlangsung sangat ketat seperti dengan Jepang, Cina, Thailand, Taiwan, Korea, Singapura, Filipina, Malaysia, India dan negara-negara lainnya.

Di samping RSUD Blambangan, delegasi Indonesia lainnya yang juga bersaing ketat adalah PT. Semen Indonesia, PERURI, dan Puskesmas Koja Jakarta Utara.

Taufik mengatakan telah ditunjuk oleh Persatuan Manajemen Mutu Indonesia (PMMI) untuk mewakili RSUD se Indonesia, karena berhasil mendapatkan penghargaan dari Persatuan Manajemen Mutu tingkat Internasional.

“Menurut PMMI, manajemen yang dilakukan RSUD Blambangan secara teratur dan berkesinambungan ternyata diakui sebagai manajemen yang bagus untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Taufik menambahkan, presentasi ini diikuti oleh 13 negara dan 2 kota peninjau.

Untuk pesertanya tidak semua berasal dari rumah sakit, karena ada juga perusahaan dari Jepang, dan yang dinilai adalah manajemen yang telah dikerjakan di tiap-tiap perusahaan atau rumah sakit. Itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan.

"Program Lahir Procot Pulang Bawa Akta itu dianggap bagus. Karena lahir procot pulang bawa akta ini tidak hanya inovasi saja, melainkan inovasi yang dilanjutkan dengan perbaikan yang berkesinambungan. Itu dua poin yang menjadikan kami keluar sebagai pemenang,” tambahnya.

Lahir Procot Pulang Bawa Akta merupakan pelayanan inovasi Pemkab Banyuwangi, dalam melayani pembuatan akta kelahiran bagi warga dalam waktu yang super cepat dan tidak berbelit.

Saat ibu melahirkan di Puskesmas atau rumah sakit, langsung diproses akta kelahirannya.

Puskesmas dan rumah sakit telah terintegrasi sistemnya dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sebagai otoritas penerbit akta kelahiran.

Proses penerbitan akta kelahiran antara 1-2 hari. Jadi, ketika bayi pulang dari sudah langsung membawa akta.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved