Berita Surabaya

Dinas Pendidikan Jatim Akan Beri Tunjangan ke 1.500 Guru Swasta. Ini Nilainya

Dinas Pendidikan Jawa Timur berencana memberi tunjangan kepada para guru SMA dan SMK swasta di Jatim. Berapa nilainya? Kapan diberikannya?

Dinas Pendidikan Jatim Akan Beri Tunjangan ke 1.500 Guru Swasta. Ini Nilainya
yul
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA – Pengalihan Pengelolaan SMA/SMK dan PKLK  ke tangan pemerintah provinsi membuat pendanaan untuk guru semakin terfokus.

Rencananya, tahun depan Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur akan mulai memberikan tunjangan pada guru swasta. Bukan Guru tidak tetap ataupun PNS, melainkan pada guru yayasan yang memang selama ini mendapat gaji minim.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman mengungkapkan 1.500 tunjangan guru swasta akan diberikan tahun depan.

Meskipun jumlah guru yang memperoleh tunjangan relatif kecil dibandingkan jumlah guru swasta di Jatim, menurutnya hal ini merupakan upaya untuk memfokuskan pada kesejahteraan guru sesuai dengan keinginan Gubernur Jatim.

“GTT dan madin sudah dapat tunjangan, sekarang giliran guru swasta. Rencananya besarannya Rp 1 juta perbulan,” ungkapnya ketika dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (7/11/2017).

Ia berharap dengan adanya tunjangan ini tidak ada lagi guru yang berkeluh kesah akan gajinya yang hanya Rp 300.000. sehingga pihaknya akan melakukan seleksi pada guru yang menerima tunjangan. Targetnya tunjangan tersebut akan diberikan pada guru yayasan yang memang gajinya masih kecil.

“Ada juga kriteria masa pengabdian dan pendidikan S1 yang linier. Tidak linier ya nggak masalah, prioritasnya pengabdian. Kalau linier ya lebih baik,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga akan memberikan bantuan transportasi pada guru TK dan PAUD meskipun bukan wewenang Pemerintah Provinsi. Mekanismenya akan dilakukan bantuan keuangan (BK) kepada pemerintah daerah.

“Nanti kami sertakan juga juknis peruntukan dana BK ini, tahun 2018 ini bakal habis-habisan untuk guru,” lanjutnya.

Menanggapi akan adanya tunjangan untuk guru swasta, Kepala SMA Atma Jaya, Rahman Arif, mengungkapkan di sekolahnya terdaapat 25 guru yayasan. Mereka juga belum mendapat upah kerja sebesar UMK di Kota Surabaya. Sehingga dirinya cukup antusias jika memang ada tunjangan untuk guru swasta, agar guru merasa mendapat apresiasi dari pemerintah.

“Gajinya ya masih minim, sesuai jam mengajar. Kami belum bisa memberi sesuai UMK,” ujarnya.

Hal serupa diugkapkan kepala SMAK Stella Maris, Antonious Riyanto. Di sekolahnya terdapat 22 guru yayasan yang mendapat gaji belum mencapai UMK Kota Surabaya. Pihaknya memakai rumusan gaji pegawai sipil dengan berbagai komponen yang mempengaruhi. Mulai dari jam mengajar, pangkat dan golongan hingga kinerja.

“Guru kami ada 18 orang yang mendapat sertifikasi dari pemerintah pusat. Kalau ada tunjangan guru swasta ya bagus, karena tunjangan yang diterima dari pusat biasanya tidak sesuai dengan pangkat dan golongan. Padahal kami juga update data,”ujarnya.

Prehantoro, Kepala SMA 17 Agustus 1945 (Smatag) mengungkapkan guru yayasan di sekolahnya sebanyak 21 guru. Merekaa sudah digaji sesuai dengan UMK dan mendapat sertifikasi guru. Tetapi ia berharap guru di sekolahnya juga akan mendapat bantuan tambahan dari pemerintah provinsi.

“Kalau bisa dapat pasti senang sekali, karena selama ini guru swasta memang tidak mendapat tunjangan sebanyak guru di sekolah negeri,” ungkapnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved