Berita Surabaya

Heboh WhatsApp akan Diblokir, Begini Komentar Para Orangtua di Surabaya

Rumor pemblokiran aplikasi WhatsApp karena konten porno berekstensi .GIF, dikomentari oleh orangtua di Surabaya. Ini kata mereka.

Heboh WhatsApp akan Diblokir, Begini Komentar Para Orangtua di Surabaya
thedailystar
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ramai kabar Whatsapp akan di blokir pemerintah karena gambar-gambar porno berekstensi GIF, dikomentari sebagian orangtua. 

Sebagian mereka mendukung hal tersebut karena khawatir berdampak terhadap anak-anak mereka. Sementara yang lain, mengaku tidak setuju. 

Bambang Udi Ukoro, seorang ayah dari dua remaja usia produktif masuk dalam golongan orangtua yang setuju.

Pria asal Surabaya ini setuju jika pemerintah memberikan ancaman kepada layanan penyedia aplikasi chatting tersebut apabila tidak punya filter konten porno.

"Pemerintah memang harus tegas terkait hal-hal yang melanggar norma agama dan Pancasila. Sebagai orangtua, perlu juga memberikan pengertian kepada anak-anak terkait konten negatif," tuturnya saat dihubungi SURYA.co.id, Senin (6/11/2017).

Sementara Siti Hapsah Agustin, ibu rumah tangga yang juga memiliki putra usia 17 tahun ini juga was-was. Namun Hapsah tidak setuju jika WhatsApp harus diblokir. Menurutnya selain WhatsApp, masih banyak media sosial yang bisa menyebar konten negatif.

"Kebetulan anak saya nggak pakai WhatsApp, dia lebih suka pakai Line. Tapi saya juga tidak setuju kalau WhatsApp diblokir, mending anak kita yg diberi pengertian akan tanggung jawab nya. Boleh akses semua informasi tapi juga harus punya tanggung jawab, jadi si anak paham apa yang dilakukan," terangnya.

Menurut Hapsah, informasi tentang pendidikan seks juga penting. Misalnya apa dampak ketika mereka mengakses konten negatif (porno), seks bebas, atau menikah dini.

"Pendidikan itu membuat mereka otomatis ikut berpikir jika sampai hal itu terjadi, cita-citanya dan pendidikannya harus terbengkalai. Saya pikir anak-anak sekarang lebih canggih, jadi mau di blokir, masih banyak media sosial yang bisa akses konten negatif," tegasnya lagi. 

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved