Senin, 11 Mei 2026

Citizen Reporter

Bermain Egrang Itu Asyik dan Menyenangkan

pernahkah kau memainkannya sewaktu kecil dulu? ya, egrang ... permainan masa kanak-kanak yang tak akan pernah terlupakan dengan gawai sekalipun ...

Tayang:
Editor: Tri Hatma Ningsih
pixabay.com
egrang plastik 

Reportase Hamim Musthofah
Guru SDIT Nurul Fikri Sidoarjo

 

BERMAIN gawai bagi anak-anak zaman sekarang ini sepertinya sudah menjadi bagian dari hidupnya. Bukan hanya di kota, di desa pun alat komunikasi ini sudah bukan barang baru lagi. Namun begitu, masih sedikit orangtua yang menyadari bahaya gawai bagi kesehatan dan masa depan anak-anak.

Sudah waktunya orangtua dan guru membangun kerja sama mengantisipasi berbagai hal negatif yang disebabkan alat komunikasi itu. Di sinilah permainan tradisional itu mempunyai peran.

“Di sekolah kami permainan tradisional cukup banyak. Ada bentengan, bangkiyak, egrang, jungkitan dan beragam mainan lainnya,” kata Ustadz Edi Purwanto, Kepala SDIT Nurul Fikri Sidoarjo, mengenai permainan yang tersedia di sekolah.

Dan benar, pada Rabu (25/10/2017), saat istirahat sekolah, permainan yang ada diserbu anak-anak. Canda tawa dan senyum mereka mengembang sempurna saat mereka bermain. Dengan bermain, dunia seakan menjadi milik mereka. Motorik kasar dan halus, serta komunikasi antar mereka pun berjalan khas anak-anak.

Ada yang melatih kekuatan kaki dengan engklek, itupun dilakukan dengan antrean yang mereka sepakati. Ada juga berlatih konsentrasi dengan perang-perangan. Dan tak sedikit yang konsentrasi pada permainan olahraga favorit sekolah yaitu futsal dan volly.

“Kami mengawasi anak-anak, siapa tahu ada gesekan di antara mereka. Kami juga memastikan semoga permainan ini banyak membawa manfaat bagi mereka,” imbuh waka kesiswaan yang berada di antara anak-anak yang sedang bermain itu.

“Coba kita lihat manfaat mainan itu bagi anak-anak. Bermain egrang umpamanya, saat itu anak-anak sedang melatih keseimbangan antara otak kanan dan kiri, menyeimbangkan kekuatan dan keserasian tangan dan kaki agar terkoordinasi dengan baik, lalu dapat berjalan.  Jika tidak seperti itu, permainan akan gagal. Uniknya, mereka akan mencoba kembali. Itu artinya mereka sedang mengombinasikan antara kekuatan otak dengan ketangkasan tangan dan kaki agar mendapatkan keputusan cerdas dalam menghadapi permasalahan hidup yang akan mereka hadapi kelak. Keseimbangan otak kanan dan kiri ini, akan menjadikan anak-anak cerdas akalnya, sekaligus cerdik dalam mencari berbagai solusi kehidupan,” lanjutnya.

Yuk bermain egrang

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved