Senin, 4 Mei 2026

Berita Sampang

Video Viral Keluarga Pasien Serang Dokter di Sampang Madura, Seperti Ini Sikap IDI Jatim

Video viral keluarga pasien serang dokter perempuan di RSUD Sampang Madura. Seperti ini sikap IDI

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Titis Jati Permata
YouTube
Dokter yang menjadi korban kekerasan di RSUD Sampang, Madura, 22 Oktober 2017. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebuah video viral memperlihatkan keluarga pasien yang melakukan tindak kekerasan terhadap seorang dokter perempuan di RSUD Sampang, Madura, 22 Oktober 2017 lalu.

Dalam rekaman video CCTV tersebut memperlihatkan, keluarga pasien mendorong dokter berinisial S yang tengah memeriksa pasien yang berobat di IGD.

Poernomo Boedi S, dokter SpPD, Ketua Umum IDI Wialayah Jawa Timur, menuturkan, kedatangan pasien bersama keluarganya, mengeluhkan nyeri hebat pada punggungnya.

Dr. S, inisial dokter internsip di RSUD Sampang itu menangani sesuai prosedur, dengan bertanya kepada pasien dan keluarga terkait sakit yang dirasa.

"Tidak terima ditanya-tanya terus mungkin lalu keluarga marah, dokter S mengambil sikap 'kalau tidak puas silahkan cari dokter lain'. Sepertinya terjadi miskomunikasi dalam hal ini sehingga membuat pihak keluarga tidak terima dan melakukan tindakan kekerasan tersebut," tuturnya, Jumat (3/11/2017).

Atas tindak kekerasan ini Ikatan Dokter Indonesia mengecamnya.

Poernomo Boedi S, dokter SpPD, Ketua Umum IDI Wialayah Jawa Timur didampingi dr Agus Harianto SpA (K) dan Doktor Edi Suyanto Sp F, SH MH. Kes, ketua BHP2A (Biro Hukum Pembinaan dan Pembelaan Anggota menuturkan pernyataan dan sikap tegasnya, Jumat (3/11/2017).

Baca: VIDEO: Pengendara Mobil Dibogem di Sela Iring-iringan Jenazah, Kejadian Sebenarnya Bikin Emosi

Ada lima poin pernyataan yang disampaikan di antaranya :

1. Menyesalkan atas terjadinya peristiwa kekerasan fisik dan psikis pada 22 Oktober 2017 yang terjadi saat seorang dokter di IGD RSUD Sampang yang sedang melaksanakan kegiatan profesu menolong pasien.

2. Mendesak dilaksanakan investigasi oleh kepolisian atas peristiwa kekerasan tersebut. Adanya tindakan pidana pada peristiwa ini harus dilakukan penegakan hukum sebagaimana mestinya.

3. Mendesak upaya yang nyata agar dokter khususnya di Kabupaten Sampang dapat melaksanakan tugas profesinya secara kondusif, dengan jaminan tertulis dari Bupati Sampang dan unsur FORPIMDA.

4. Atas peristiwa di Sampang tersebut perlu diadakan evaluasi secara menyeluruh program internsip.

5. Perlunya disusun regulasi perlindungan hukum bagi dokter dalam melaksanakan tugas profesinya.

"Kami perlu pernyataan tertulis pihak pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Sampang dan Forpimda membuat pernyataan tertulis, dokter setelah ini bisa bertugas dengan aman di Sampang," tegas Poernomo Boedi S, dokter SpPD, Ketua Umum IDI Wialayah Jawa Timur, Jumat (3/10/2017) di Kantor IDI Jatim.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved