Bisnis

Ambil Rute Kalstar, Nam Air Bidik Load Factor Capai 80 Persen

Nam Air, Maskapai penerbangan komersil anak usaha Sriwijaya Air, membidik target load factor 80 persen di rute baru mereka.

Ambil Rute Kalstar, Nam Air Bidik Load Factor Capai 80 Persen
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Pesawat Jet Boeing 737-500 siap menerbangkan Penumpang dari Bandara Juanda ke Pangkalan Bun, Kalteng, Senin (30/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Nam Air, Maskapai penerbangan komersil anak usaha Sriwijaya Air, sudah melayani penerbangan rute Surabaya - Pangkalan Bun Pulang-Pergi (PP) sejak awal pekan ini.

Dikatakan District Manager Sriwijaya Air Group Cabang Surabaya, Hendrik Ardiansah, rute ini merupakan rute yang ditinggalkan maskapai penerbangan Karlstar. 

"Pasarnya cukup bagus. Selama sepekan melayani penerbangan satu kali sehari, load factor (tingkat keterisisian) rata-rata mencapai 90 persen. Mungkin masih baru, targetnya sih rata-rata 80 persen," jelas Hendrik.

Pihaknya optimis pasar rute ini akan stabil dan mencapai target. Mengingat banyak warga asal Jawa Timur dan Jawa Tengah yang bekerja di kebun kelapa sawit kawasan Kalimantan Tengah. Mayoritas kebun dekat dengan Bandara Pangkalan Bun.

Begitu juga pasar penumpang dari Pangkalan Bun ke Surabaya, juga banyak warga dari Kalimantan Tengah yang berbisnis perdagangan di Surabaya, sekolah, dan lainnya.

"Potensinya besar, sehingga kami optimis di rute ini," kata Hendrik.

Apalagi harga tiket Nam Air, juga cukup terjangkau. Mulai dari Rp 600.000 an. Para pekerja ini menyumbang load factor yang cukup signifikan, rata-rata bisa mencapai 70 persen.

“Sisanya berasal dari para pelaku bisnis, terutama perdagangan dan wisatawan, khususnya wisatawan asing yang tertarik dengan eco tourism,” sambung Hendrik.

Direktur Operasional Nam Air, Daniel Aditya menambahkan, pembukaan rute ini sudah direncanakan sejak lama. "Karena memiliki prospek bagus mengingat banyaknya mobilisasi penumpang ke kawasan Kalimantan Tengah, termasuk pekerja dan juga wisatawan," tambahnya.

Penerbangan dari Surabaya ke Pangkalan Bun dilayani Nam Air tiap hari, dengan berangkat dari Bandara Juanda pada pukul 13.30 WIB, serta memakan waktu hanya satu jam perjalanan udara. Tiba di Pangkalan Bun pada pukul 14.45 WIB.

Sementara, rute sebaliknya berangkat pada pukul 11.30 WIB dan tiba di Surabaya pukul 12.45 WIB. Rute ini menggunakan pesawat Boeing 737-500 yang berkapasitas 120 penumpang.

Selain membuka rute Surabaya -Pangkalan Bun PP, Sriwijaya Air juga menambah frekuensi penerbangan rute Surabaya-Denpasar PP yang menghubungkan Bandara Internasional Juanda dengan Bandara Internasional Ngurah Rai, mulai 30 Oktober 2017 lalu.

Untuk penambahan frekuensi penerbangan Surabaya-Denpasar, akan dilayani oleh Sriwijaya Air dengan menggunakan pesawat Boeing B737-800 NG.

"Pesawat berangkat dari Surabaya pada pukul 18.50 WIB dan dijadwalkan tiba di Denpasar pada pukul 20.50 WITA. Sementara, rute sebaliknya berangkat pada pukul 21.35 WITA dan tiba di Kota Pahlawan pada pukul 21.50 WIB," jelas Hendrik.

Dengan penambahan frekuensi ini, rute penerbangan Surabaya-Denpasar PP yang dilayani Sriwijaya Air Group kini menjadi dua kali per hari. Sebelumnya, maskapai NAM Air telah melayani rute dari ibukota Jawa Timur menuju ibukota Bali tersebut satu kali per hari pulang-pergi

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved