Berita Madiun

Lindungi Pasar dan Toko Tradisional, Pemkot Madiun Batasi Izin Usaha Minimarket

Pemkot Madiun untuk sementara tidak memberikan izin baru untuk pendirian toko ritel modern atau minimarket. Ini alasannya..

Lindungi Pasar dan Toko Tradisional, Pemkot Madiun Batasi Izin Usaha Minimarket
surabaya.tribunnews.com/rahadian bagus
Ilustrasi minimarket modern di Madiun. 

SURYA.co.id|MADIUN - Untuk memberi kesempatan kepada pengusaha lokal agar lebih berkembang, Pemerintah Kota Madiun untuk sementara tidak memberikan izin baru untuk pendirian toko ritel modern atau swalayan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Madiun, Maidi, usai menghadiri rapat koordinasi teknis rencana program jambanisasi, di lantai IV gedung Graha Krida Praja, Kamis (2/11/2017) siang.

"Izin minimarket dibatasi, sementara ditangguhkan dulu. Kita akan menguatakan ekonomi produktif pasar tradisional," kata Maidi.

Ia menuturkan, pembatasan izin usaha untuk minimarket itu sudah diberlakukan sejak sekitar enam bulan yang lalu.

Maidi mengatakan, saat ini di Kota Madiun terdapat sekitar 56 minimarket. Ia khawatir, menjamurnya minimarket akan mematikan pasar tradisional.

"Kota Madiun ini kan sempit, kita lihat dengan jumlah 56 minimarket , ekonomi produktif tradional apakah masih bisa berkembang. Kita beri kesempatan dulu. Kalau bisa menyaingi lebih bagus, jangan sampai yang ada ini tidak tumbuh, dan justru yang baru baru ini tumbuh,"katanya.

Maidi menambahkan, selain izin minimarket, Pemkot Madiun juga masih mengkaji permohonan izin dari pengusaha hotel berbintang yang hendak membuka usahanya di Kota Madiun.

Ia mengatakan, ada tiga hotel berbintang yang sudah mengajukan permohonan izin usaha. "Ada tiga hotel yang mengajukan permohonan, Swissbell, Santika, dan Ibis sudah masuk. Sekarang sedang kami kaji," katanya.

Ia menuturkan, Pemkot Madiun sangat terbuka bagi para investor yang ingin mengembangkan usahanya. Namun, Pemkot Madiun tidak sembarangan menerbitkan izin karena tidak ingin menganggu investor yang sudah menanamkan modalnya di Kota Madiun.

"Saat ini kami telaah terlebih dahulu, semua investor kita terima. Tapi, jangan sampai menganggu investor yang baru berjalan. Itu kan tidak sehat, tenaga kerja, sirkulasi produksi, ekonomi, akan mengalami gangguan," ucapnya. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved