Berita Surabaya

Hakim Kasus Henry J Gunawan Didemo, Dinilai Tak Netral, Tuntutan lainnya seperti ini

Di sela-sela aksi demo, pihak PN Surabaya yang diwakili oleh Humas PN Surabaya, Sigit Sutriono SH menerima perwakilan para pendemo.

Hakim Kasus Henry J Gunawan Didemo, Dinilai Tak Netral, Tuntutan lainnya seperti ini
surya/anas miftakhudin
Massa GPD saat demo di PN Surabaya menuntut hakim yang menangani terdakwa Henry J Gunawan diganti, Senin (30/10/2017). 

"Saya minta maaf, karena Pak ketua sedang dinas luar," jelas Sigit.

Perwakilan GPD minta agar mereka diberikan jawaban atas aksi hari ini.

"Kalau tidak, saya akan turunkan massa yang lebih besar lagi," tukas Amirrudin pada Sigit Sutriono.

Sementara itu, dalam sidang lanjutan Henry J Gunawan yang terlibat kasus penipuan dan penggelapan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso SH menghadirkan tiga saksi yakni Heng Hoek Soei alias Asoei alias Sindo Sumidomo, Teguh Kinarto, 65, dan Widjiyono Nurhadi, 56.

Namun saksi yang sudah diperiksa adalah Asoei. Teguh Kinarto serta Widjiyono Nurhadi akan diperiksa dalam lanjutan sidang berikutnya.

Seperti diketahui, jual beli itu akhirnya muncul masalah, SHGB yang saat itu dipegang oleh Notaris Caroline C Kalampung dilakukan administrasi proses balik nama, ternyata dibawa oleh Yuli dengan dalih dipinjam sementara untuk dilakukan pengurusan perpanjangan SHGB.

Karena SHGB itu belum dibalik nama, pihak GBP memanfaatkan kesempatan itu untuk menjual kembali SHGB Nomor 66 milik Hermanto.

Pihak GBP menjual kembali objek properti SHGB Nomor 66 milik Hermanto itu kepada orang lain dengan harga Rp 10 miliar.

Atas kejadian ini, Notaris Caroline C Kalampung akhirnya melaporkan Henry J Gunawan ke polisi karena dianggap orang yang paling bertanggung jawab atas transaksi jual beli properti ilegal itu.

Setelah dilakukan penyelidikan dan mengumpulkan alat bukti penyidik Poktestabes Surabaya menetapkan Henry J Gunawan sebagai tersangka.

Perkara bos Pasar Turi itu kemudian bergulir ke PN Surabaya, JPU menjerat Henry dengan dakwaan melanggar pasal 372 jo 478 tentang dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved