Senin, 11 Mei 2026

Berita Surabaya

Siapkan Latihan Main Egrang Untuk Pecahkan Rekor

Ribuan orang yang terdiri dari alumni dan mahasiswa ITS akan ikut pemecahan rekor MURI untuk penggunaan egrang batok terbanyak. Ini persiapannya

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/habibur rohman
Para peserta "Festival Dolanan Tradisional di area Kampus ITS Surabaya, Minggu (29/10/2017). Festival ini melibatkan ribuan peserta dari Alumni, Dosen, Karyawan serta mahasiswa ITS. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rencana pemecahan rekor Museum Rekor Republik Indonesia (MURI) untuk kategori pemakaian egrang batok terbanyak di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya melibatkan berbagai pihak.

Mulai dari alumni hingga mahasiswa, diajak memakai batok kelapa sebagai egrang yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Festival Dolanan.

Bagi sebagian orang memakai egrang merupakan hal yang biasa. Namun hal ini cukup asing bagi para mahasiswa yang selama ini minim memgetahui permainan tradisional.

Ina Kartika Sari (20) contohnya, mahasiswa jurusan Biologi ini mengungkapkan ia dan 60 mahasiswa di jurusannya meluangkan waktu selama 2 jam sehari sebelum festival.

“Nggak smua bisa pakai egrangnya juga, jadi kami latihan bersama biar tidak berantakan saat nani pakai egrang. Mainnya kan nggak sendiri jadi harus kompak,” ungkap mahasiswa semester 5 ini di sela persiapan memakai egrang untuk memecahkan rekor MURI, Minggu (29/10/2017).

Ariandriani, Representatif MURI mengungkapkan proses perhitungan pemecahan rekor MURI ini berjalan dengan cukup lancar. Rekor ini akan diperoleh jika terdapat 2.810 peserta, tetapi yang ikut dalam kegiatan ini mencapai 3.200 orang. Sehingga kroscek setiap peserta dilakukan tim penilai MURI.

“Yang ikut sekitar 3.200-an, ini kami kroscek karena tidak setiap regu kelompok memakai egrang,” ujarnya.

Dikatakannya, pemecahan rekor ini memang pertama kali untuk jenis egrang batok. Sebelumnya pemecahan rekor MURI hanya terjadi untuk egrang bambu dengan 1.000 peserta.

“Kalau jumlahnya lebih dar 2.810 ya bisa memecahkan rekor sesuai jumlahnya berapa. Tetapi kalau kurang dari 2.810 maka rekornya tidak bisa diperoleh,” ungkapnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved