Breaking News:

Citizen Reporter

Sumpah, Menulis Berita Itu Mudah!

pembelajaran kali ini terjadi serius namun santai, siswa membawa koran ke sekolah dan membedah berita dan belajar menuliskannya ...

laili rusmawaty/citizen reporter
Mudah membuat berita dalam pelajaran bahasa indonesia di SMAN 1 Kebomas Gresik 

Reportase Laili Rusmawaty
Guru SMAN 1 Kebomas Gresik

 

SEGALA sesuatu yang terjadi di jagat raya ini dapat dijadikan berita. Entah dari berita kelahiran, mengunjungi suatu tempat, peristiwa pada masa kanak-kanak dan sebagainya. Semua berita tersebut dapat dinarasikan dalam berbagai sudut pandang. Kepiawaian wartawan dalam menyajikan berita yang menarik terlihat dari respons pembaca berita tersebut.

Sebelum materi Teks Editorial atau Tajuk Rencana dalam pelajaran bahasa Indonesia, siswa kelas XII IPS SMAN 1 Kebomas Gresik diperkenalkan teks berita khususnya berita di media massa cetak. Mereka seolah-olah menjadi wartawan  dan berlatih menulis. Sebagai permulaan, siswa diajak mencermati, menganalisis, dan  menulis teks berita. Sebagai rujukan, salah satu media yang dikenalkan adalah Harian Surya rubrik Citizen Reporter.

Kamis (5/10/2017), siswa  kelas XII IPS 3  SMAN 1 Kebomas Gresik, sudah siap membawa media massa cetak. Siswa telah dibagi beberapa kelompok yang terdiri atas dua hingga tiga siswa. Mereka mengamati berita-berita yang ada di media massa. Siswa memilih satu berita dan menganalisis unsur penting teks berita, yaitu 5W+1H. What, berita berisi pernyataan yang dapat menjawab pertanyaan apa, hal, atau peristiwa yang diberitakan.

Who, berita memuat keterangan orang-orang yang terlibat dalam peristiwa. When, berita menyebut waktu kejadian peristiwa, where, berisi deskripsi lengkap tempat kejadian, sedangkan why, berita memuat alasan, sebab, atau latar belakang terjadinya peristiwa. How, menjelaskan proses kejadian peristiwa atau akibat dari peristiwa tersebut.

Hasil analisis dicatat dalam buku tugas. Masing-masing anggota kelompok wajib menulis hasil analisis dari diskusi kelompok tersebut. Kemudian, mereka dapat mempresentasikan  hasilnya di depan kelas. Minggu depannya, masing-masing siswa harus menulis berita sesuai dengan kejadian yang mereka alami. Berita tersebut harus hangat, kejadian yang mereka alami sendiri dan maksimal 350 kata.

Dalam berita tersebut disertai dengan foto peristiwa dan foto diri penulis. Guru akan memberi penilaian dan masukan untuk masing-masing tulisan. Siswa dapat mencoba mengirim tulisan mereka ke media massa.

Setelah pembelajaran hari itu selesai, mereka berfoto bersama sambil membawa koran sebagai dokumentasi bahwa mereka telah melakukan pembalajaran yang sersan, serius namun santai. Karena, menulis berita itu mudah, asal ada kemauan.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved