Berita Surabaya

Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Miliar Buat Bangun IPAL di 100 Kampung, Tujuannya?

Meski memiliki julukan sebagai bersih dan hijau, namun Kota Surabaya masih memiliki sejumlah masalah, termasuk sanitasi...

Pemkot Surabaya Anggarkan Rp 5 Miliar Buat Bangun IPAL di 100 Kampung, Tujuannya?
SURYA Online/Fatimatuz Zahro
Proses pengerjaan IPAL Komunal di Genteng Bandar, Surabaya, Sabtu (28/10/2017). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Meski memiliki julukan sebagai bersih dan hijau, namun Kota Surabaya masih memiliki sejumlah masalah, termasuk sanitasi. Selain masih banyak warga yang masih belum memiliki jamban, pengolahan sanitasi di kampung juga masih bermasalah.

Oleh sebab itu, tahun ini Pemkot Surabaya tengah getol untuk melakukan pembangunan instalasi pengelahan alir limbah (IPAL) komunal sekala kecil di kampung-kampung. Pembangunan IPAL komunal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar warga kampung tiddak langsung membuang limbah domestik rumah tangga langsung ke sungai. Melainkan melalui pengolahan sederhana terlebih dahulu.

Salah satu pembangunan IPAL komunal yang sedang berlangsung adalah di kampung RT 1 RW 9 Genteng Bandar Kecamatan Genteng. Saat ini sedang dibangun IPAL Komunal untuk skala 60 KK.

Ketua RT 1 Murdiati mengatakan, saat ini warga di kampungnya memang sudah memiliki jamban di rumah masing-masing. Namun selama ini masih belum memiliki septitank.

“Biasanya memang langsung dibuang ke got dan langsung dialirkan ke sungai. Tidak pakai pengolahan sama sekali,” ucap Murdiati, Sabtu (28/10/2017).

Ia menyebutkan, selama ini warga kampung sering ditegur lantaran tidak memiliki IPAL meski sederhana. Namun lantaran keterbatasan lahan dan dana, maka warga tak kunjung melakukan pembangunan IPAL sederhana maupun septictank.

“Kami memang tidak pernah melakukan pengajuan, namun awal tahun ini ada Pemkot dari Cipta Karya yang datang dan melakukan survei, dan melakukan pembangunannya saat ini,” ucapnya.

Menurutnya, program ini sangat bermanfaat. Di tengah kepadatan kampung dengan 60 KK, tentu tidak mudah agar warga mau dikontrol untuk semua membangun septitank. Namun jika sudah ada program komunal dari pemerintah maka warga tinggal menyiapkan lahan dan mendukung pembangunan.

“Sebelum ada pembangunan kami sudah mendapat sosialisasi. Bahwa setelah IPAL ini jadi, kami warga yang akan mengelola. Jadi untuk perawatannya kami yang melakukan, termasuk untuk melakukan penarikan untuk iuran perbulan ke warga,” ucap Mudiati.

Begitu juga dalam pembangunannya, warga juga turut aktif membantu untuk penyelesaian IPAL komunal yang dibangun di dua titik di kampung mereka. Mulai penentuan lahan sampai membantu proses pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot.

“Kami sedang lantaran ada bantuan seperti ini. Sekarang prosesnya sudah pembangunan jaringan dari rumah warga ke IPAL komunal ini,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved