Lapor Cak

Urus Dokumen TKI, termasuk Paspor kini Cukup di Disnaker, Biayanya Rp 350.000

Kantor Imigrasi membuka layanan di kantor itu. Begitu juga Polda Jatim juga membuka layanan mengurus surat kelakuan baik itu secara gratis.

Urus Dokumen TKI, termasuk Paspor kini Cukup di Disnaker, Biayanya Rp 350.000
surya/nuraini faiq
ANTRE LAYANAN - Puluhan TKW mengantre layanan satu atap pengurusan semua dokumen TKI di Layanan Satu Atap di Disnaker Jatim, Kamis (26/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Deretan kursi terisi penuh di Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan TKI (PTSP P2TKI) di Disnaker Jatim Jl Bendul Merisi, Kamis (26/10/2017). Mereka antre untuk mendapat layanan satu atap ini.

Tidak saja mengurus dokumen dasar lokal seperti SKCK, mengurus paspor untuk persyaratan utama ke luar negeri mulai saat ini juga dilayani di Disnaker Jatim.

Kantor Imigrasi membuka layanan di kantor itu. Begitu juga Polda Jatim juga membuka layanan mengurus surat kelakuan baik itu secara gratis.

Namun, khusus mengurus paspor tetap membayar Rp 350.000.

Layanan satu pintu di Disnaker itu tidak hanya efisien, namun memutus kantung pungli sebelum mereka berangkat menjadi TKI. Para calon TKI itu harus membayar Rp 5 juta hanya untuk urus dokumen.

"Saya senang dijanjikan berangkat tiga bulan lagi. Ditampung dan diberi pembekalan dulu tanpa biaya. Teman saya sebelumnya habis Rp 4 juta," kata Dian Novita, TKW asal Jombang yang berangkat melalui PJTKI Surabaya.

Dian menyebutkan dirinya rela membayar Rp 4 juta asal ada kepastian berangkat. Saat calon TKW ini diberi tahu bahwa dirinya tak perlu membayar uang sebanyak itu hanya untuk kepastian berangkat.

"Saya mau ke Hongkong. Kami bersama satu PT akan mendapat gaji sekitar Rp 8 juta. Namun enam bulan pertama tidak gajian. Setelahnya gaji saya utuh," ucap Hidayati, calon TKW rekan Dian.

Para TKW itu merasa tak perlu mempermasalahkan tarikan karena mereka merasa membutuhkan.

Bagi mereka yang penting bisa mendapatkan nafkah meski harus jauh dengan keluarga.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved