Berita Surabaya

'Termos Saya Beli Rp 350.000 Belum Lunas, Jangan Dibawa. . .'

Kami harus ciptakan suasana Purabaya nyaman. Gedung sudah bagus kok tidak diikuti lingkungan yang nyaman

'Termos Saya Beli Rp 350.000 Belum Lunas, Jangan Dibawa. . .'
surya/nuraini faiq
Pedagang di Terminal Purabaya yang ditertibkan petugas, Kamis (26/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Petugas Terminal Purabaya Sidoarjo belakangan ini terus menyisir pedagang tenteng yang biasa menggelar dagangan di dalam areal terminal.

Pedagang ini bikin tak nyaman penumpang dan lingkungan.

Seperti yang dilakukan petugas Kamis (26/10/2017) pagi, yang menyisir setiap areal terminal.

Pedagang yang menggelar dagangan dengan boks maupun termos langsung diamankan.

"Kami harus ciptakan suasana Purabaya nyaman. Gedung sudah bagus kok tidak diikuti lingkungan yang nyaman," jelas Kasub Unit Terminal Purabaya, Harjo.

Pedagang asongan di Terminal Purabaya, Kamis (26/11/2017).
Pedagang asongan di Terminal Purabaya, Kamis (26/11/2017). (surya/nuraini faiq)

Beberapa hari terakhir ini petugas Purabaya rajin merazia pedagang

Mereka biasa menggelar di areal kedatangan dan keberangkatan.

Situasi ini yang membikin tidak nyaman terminal karena berada di area keberangkatan bus.

Tidak hanya itu, area Terminal Purabaya terlihat menjadi kumuh.

Saat ini ada puluhan pedagang tenteng. Tidak hanya yang menjual nasi bungkus digelar, tapi penjual pentol dan rombong bakso juga ditertibkan.

"Termos saya beli 350.000 belum lunas. Jangan dibawa," teriak salah satu pedagang.

Para pedagang tenteng memprotes karena sama halnya dengan pedagang asongan.

Pedagang asongan bahkan beroperasi di dalam bus.

Saat dikonfirmasi terkait pedagang asongan ini, Kasub Unit Purabaya, Harjo, mengaku siap menertibkan Keberadan asongan.

"Perlahan, asongan bus di dalam terminal juga akan kami tata. Bertahap lah," kata Harjo.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved