Lapor Cak

Ada Larangan, Pedagang Tetap Berjualan di Jl Gembong Tebasan

Papan larangan yang dipasang Satpol PP Pemkot Surabaya di sepanjang jalan seperti tak ada artinya.

Ada Larangan, Pedagang Tetap Berjualan di Jl Gembong Tebasan
surya/fatkhul alami
Pedagang tetap bandel dengan menggelar dagangannya di Jl Gembong Tebasan meski ada rambu larangan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Jalan Gembong Tebasan Surabaya sempat bersih dari para pedagang kaki lima (PKL) setelah dilakukan penertiban Satpol PP Pemkot Surabaya belum lama ini. Tapi, kini kembali dipenuhi PKL yang menggelar daganganya di sana.

Satpol PP Pemkot Surabaya tidak hanya melakukan penertiban, tapi diikuti pemasangan papan larangan dengan tulisan "Dilarang Berjualan di Atas Trotoar/Saluran dan di Bahu Jalan Sepanjang Jalan Ini."

Papan larangan yang dipasang Satpol PP Pemkot Surabaya di sepanjang jalan seperti tak ada artinya. Sudah sekitar dua minguan terakhir ini, kawasan Jl Gembong Tebasan dipakai berjualan PKL.

Bahkan, tidak sedikit papan larangan itu tertutup terpal para pelapak. Mereka menggelar dagangan di atas saluran dan bahu jalan.

"Jalan Gembong Tebasan pernah bersih dari para PKL yang mengelar dagangan di pinggir dan bahu jalan, tapi sudah dua minggu terakhir ini datang lagi," sebut Badarudin, warga Jl Bogen, Tambaksari, belum lama ini.

Dia yang kerap lewat di Jl Kapasari dan Jl Gembong Tebasan menuturkan, ketika jalan bersih dari para PKL cukup enak dan terlihat bersih. Kendaraan juga leluasa melintas sepanjang Jl Gembong tebasan.

Papan larangan bagi pegadang untuk perjualan juga terlihat jelas. Tapi, sekarang papan larangan tersebut seperti tidak ada gunanya.

"Seharunya para PKL tidak berjualan ditempat yang sudah jelas dilarang, tapi saya tidak tahu mengapi kembali dipakai untuk jualan," ucap Udin -panggilan Badarudin.

Wahyu juga mengeluhkan maraknya kembali PKL di kawasan Jl Gembong Tebasan. Warga yang tinggal di Jl Undaan Wetan ini mengaku, jalan menjadi sempit dan pengendara harus hati-hati saat melintas di kawasan tersebut.

"Petugas juga tidak pernah terlihat di sana (Jl Gembong Tebasan). Kalau memang sudah ada larangan, ya tidak boleh dipakai untuk aktivitas jualan, terutama di bahu jalan," keluh Wahyu.

Dia berharap, petugas melakukan patroli dan penjagaan. Sehingga pengguna jalan tidak sampai terganggu.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved