Berita Gresik
Akses Jalan ke Bukit Jamur di Gresik segera Diaspal, selain itu Pengelola juga akan Dibangun ini
Pengelola lahan bekas galian yang dikenal sebagai tempat wisata Bukit Jamur di Gresik, PT Jaya Shakti Barutama Gresik,melakukan pengembangan.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Pengelola lahan bekas galian yang dikenal sebagai tempat wisata Bukit Jamur di Gresik, PT Jaya Shakti Barutama Gresik, mulai melakukan pengembangan.
Salah satunya dengan menyiapkan pembangunan pengaspalan jalan akses menuju area wisata di wilayah Kecamatan Bunga tersebut.
"Kami siapkan untuk membangun jalan beraspal menuju area wisata ini. Mengingat kondisi jalan aksesnya yang tanah dan bercampur pasir," jelas Ryan Shah Reza, Koordinator pengelolaan Bukit Jamur dari PT PT Jaya Shakti Barutama Gresik dalam rilisnya, Rabu (25/10/2017).
Namun, Ryan enggan menyebutkan anggaran dana yang akan diberikan perusahaan untuk meningkatkan fasilitas tempat wisata yang dikenal dengan bebatuan berbentuk jamur tersebut.
Ryan hanya menyebutkan, saat ini jumlah pengunjung rata-rata setiap akhir pekan mencapai 500 hingga 700 orang.
Selama ini, para pengunjung hanya dibebani tiket parkir Rp 3.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 10.000 untuk mobil.
"Karena memang di hari Senin - Jumat masih ada aktivitas pertambangan di sekitarnya," ungkap Ryan.
Selain akan diaspal di sekitar tempat wisata Bukit Jamur juga akan dibangun perumahan supaya nanti ada penataan yang bagus.
"Sebab, wisata bukit jamur di Gresik merupakan satu-satunya tempat wisata yang alami pertama di Indonesia," tambah Ryan.
Di samping memperbaiki akses jalan kata Reza, pihaknya juga akan memperbanyak event di lokasi wisata bukit jamur. Cara ini dilakukan untuk memperkenalkan lagi lebih luas kawasan wisata Bukit Jamur ke masyarakat.
"Pada Sabtu (21/10/2017) malam lalu, makami mengundang Cak Nun dan kru Kyai Kanjengnya manggung di wisata Bukit Jamur. Respon masyarakat sangat luar biasa yang datang ribuan. Masukan dari masyarakat agar mempertahankan kawasan ini, dan menjadikannya sebagai salah satu obyek wisata alam di Gresik yang nantinya dapat menambah destinasi wisata di Kabupaten Gresik," ungkap Ryan.
Dalam kegiatan itu, juga diikuti 30 pengusaha aneka produk khas Gresik, yang sengaja ditampilkan pada stan-stan, untuk menunjang kegiatan wisata itu. Juga fasilitas lain, seperti toilet yang diperbanyak.
Keberadaan wisata alam Bukit Jamur, berawal dari kawasan pertambangan yang terbentuk tanpa disengaja.
Tumpukan batu kapur yang terkikis oleh angin, dan hujan selama puluhan tahun. Sehingga, menyerupai bentuk jamur yang terdiri dari batuan dibagian atas, dan tanah di bagian bawah.
Bagian batuan tidak bisa ditambang hanya bagian tanahnya saja yang bisa ditambang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/area-bukit-jamur-gresik_20171025_192210.jpg)