Berita Surabaya

Pemerintah akan Beri Insentif bagi Peneliti, Syaratnya Hasil Penelitiannya . . . .

“Peneliti di Indonesia itu ada 300.000, banyak penelitiannya hanya di lemari."

Pemerintah akan Beri Insentif bagi Peneliti, Syaratnya Hasil Penelitiannya . . . .
SURYA.co.id/Sulvi Sofiana
Ilustrasi Peneliti 

SURYA.co.id | SURABAYA – Upaya pemerintah untuk menekan impor dilakukan dengan meningkatkan hasil riset dengan bahan baku lokal.

Selain itu, industri juga didorong untuk melakukan riset berbahan baku lokal untuk produk-produknya.

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe bahkan mengungkapkan terdapat insentif bagi peneliti yang berada di perusahaan. Besaran insentif ini tentunya bisa sebagai modal tambahan dalam proses penelitian.

“Peneliti di Indonesia itu ada 300.000, banyak penelitiannya hanya di lemari. Industri Indonesia juga begitu selama ini hanya pabrik, ini kami dorong untuk menjadi benar-benar industri dengan tawaran insentif riset,” ujarnya disela peresmian implan tlang di Shangri La hotel, Senin (23/10/2017).

Dikatakannya, kegiatan produksi industri itu harus mengeluarkan berbagai macam tax atau pajak, insentif ini bisa berupa pengurangan atau penghilangan tax tertentu apabila industri itu bekerjasama dengan lembaga riset.

Jadi dengan begitu perusahaan akan dapat lebih memilih investasi untuk berinovasi berbasis iptek.

Sedang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes Jatim) dr Kohar Hari Santoso mengungkapkan saat ini industri alat kesehatan di Jatim yang menggunakan bahan lokal menjadi 40 perusahaan.

Dorongan inovasi memang dibutuhkan agar industri bisa melek riset dan mampu bersaing dengan produk impor.

“Alat kesehatan prinsipnya itu SLEEP. Yaitu Safety dalam prosesnya, Legality perizinan, Efektif pemakaiannya, Efisiennya juga dalam bahan baku, dan Performance produk teruji,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved