Puluhan Ribu Pekerja Bangunan di Jatim Bakal Disertifikasi

Puluhan ribu tukang bangunan di Jatim bakal disertifikasi. Nantinya, mereka yang bersertifikat, akan dapat terlibat di proyek pemerintah.

Puluhan Ribu Pekerja Bangunan di Jatim Bakal Disertifikasi
surabaya.tribunnews.com/nuraini faiq
Wagub Jatim Saifullah Yusuf bersama Kepala Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jatim Gentur Sanjoyo saat membuka diklat serfikasi tukang, Kamis (19/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 60.000 tenaga terampil di bidang konstruksi alias tukang bangunan di Jatim, tahun ini bakal disertifikasi. 

Namun sebelum diuji keterampilannya, mereka akan terlebih dulu diberi pelatihan, mulai dari hal sederhana seperti meletakkan batu hingga menata dan membuat adonan semen.

Tidak hanya itu, mereka yang tukang kayu juga akan diuji khusus.

Mereka yang lulus nantinya akan berhak terlibat dalam pengerjaan proyek-proyek Pemerintah.

"Kami tahun ini menargetkan 60.000 tenaga terampil di bidang jasa konstruksi ikut sertifikasi," ujar Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf usai membuka Percepatan Sertifikasi Tenaga Konstruksi di Hotel Shangri La Surabaya, Kamis (19/10).

Saat ini masih ada 15.000 tenaga terampil yang baru serifikasi.

Selain karena tak mau ribet dan memakai waktu, mereka umumnya merasa sudah yakin dengan kemampuannya tanpa disertifikasi.

Selain itu, mereka juga harus membayar untuk ikut sertifikasi.

Karena itulah, Gus Ipul mendesak agar biaya itu dibebankan pada kontraktor yang kerap mempekerjakan mereka.

Tak perlu tukang batu itu mengeluarkan biaya sendiri. Kisarannya sekitar Rp 200.000.

"Ini menjadi masukan kami dan tengah kita upayakan para tukang itu free saat sertifikasi," kata Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jatim, Gentur Sanjoyo.

Diklat dalam rangka Sertifikasi untuk para tukang batu itu dibuka di Hotel Shangri-La Surabaya. Diikuti sekitar 1.000 tukang batu terampil dari berbagai daerah di Jatim.

Menurut Gentur, sertifikasi ini tidak saja menjamin Skill keahlian mereka. Namun akan berdampak pada standar upah mereka. Selain itu juga mengantisipasi era Pasar Bebas ASEAN.

Putu Artama, anggota LPJK Jatim menambahkan bahwa para tukang batu itu berhak atas biaya pengganti tak bekerja. Besarannya Rp 100.000 per hari. Karena pelatihan berlangsung dua hari tinggal menjumlahkan.

"Jangan sampai seperti proyek Suramadu yang tukang las dan kuli Saja ambil dari China. Kita cukup mempuni. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved