Persona

Mia Heranty, Lebih Takut Manusia Ketimbang Hantu

Bagi perempuan ini, manusia rupanya lebih menakutkan ketimbang hantu. Kok bisa? ini alasannya...

Mia Heranty, Lebih Takut Manusia Ketimbang Hantu
surabaya.tribunnews.com/achmad pramudito
Mia Heranty 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lebih takut pada hantu atau manusia? Ketika disodori pertanyaan itu, Mia Heranty spontan menjawab,”Manusia.”

Meski tinggal di kawasan yang cukup jauh dari keramaian, dan penerangan di kawasan menuju kompleks perumahannya sering gelap, Mia mengaku tak khawatir bakal ketemu hantu atau makhluk halus.

Padahal, di kawasan tempat tinggalnya itu juga pernah ada isu hantu pocong. Ternyata belakangan diketahui ada anak iseng pasang guling yang digantung di pohon.

Ibu satu anak ini bersyukur jalan menuju tempat tinggalnya belakangan makin ramai seiring makin banyaknya dibangun perumahan di area Surabaya Timur ini.

“Meski gitu tetap aja kalau pulang malam masih sering gelap. Penerangan ya dari kendaraan yang berpapasan aja,” katanya.

Perempuan yang alergi makan telor ini mengaku dirinya penakut. Karena itu Mia tak pernah nonton film-film bergenre horor.

“Aku suka nonton film yang bikin senang aja. Kalau pun yang menegangkan paling genre thriller bukan yang horor,” tandas perempuan kelahiran Jakarta, 28 Mei 1979 ini.

Menurut Mia, kalau pun misal satu saat ‘ketemu’ hantu dia yakin bisa ‘menghalau’ dengan membaca ayat-ayat Alquran. “Kalau orang jahat kan nggak bisa hilang dengan bacaan ayat Kursi,” ucapnya sambil tertawa.

Karena itu, ketika terpaksa pulang malam, sulung dari tiga bersaudara ini selalu memberi tahu ke suaminya jenis alat transportasi yang dipakai.

“Kalau pakai jasa online aku sebut jenis kendaraan serta nomor kendaraan,” ungkap Mia yang lulusan Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, Jurusan Sastra Inggris.

Begitu juga saat pulang pakai taksi konvensional.

“Kan sering itu penumpang taksi jadi korban kejahatan sopir taksi. Makanya saat naik aku cek identitas sopir fotonya cocok nggak dengan yang terpajang di dashboard. Lalu aku sampaikan ke suami nomor lambung taksi plus identitas lainnya. Lengkap pokoknya,” paparnya.

Hal itu dianggap perlu agar bila sampai waktu tertentu dia tidak sampai rumah sang suami bisa melacaknya.

“Alhamdulillah, sampai sekarang nggak pernah kejadian apa-apa. Dan semoga nggak pernah lah, amit-amit,” begitu harap Mia yang gemar olahraga lari malam bersama teman-teman komunitasnya. 

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved