Liga Indonesia
Berkaca dari Tragedi Kiper Choirul Huda, Seperti Ini Cara Atasi Keadaan Darurat di Lapangan
Berkaca dari 'tragedi' benturan yang dialami kiper Persela Lamongan Choirul Huda, seperti ini cara menangani keadaan darurat di lapangan hijau.
Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | MALANG - Pertolongan pertama saat terjadi emergency di lapangan sepak bola merupakan hal yang sangat penting.
Apalagi saat terjadi insiden yang membutuhkan pertolongan cepat.
Belajar dari insiden meninggalnya penjaga gawang Persela Lamongan, Choirul Huda, dokter tim Arema FC, Dokter Nanang Triwahyudi sedikit memberikan protokol yang harus dilalui saat melakukan pertolongan pertama.
Menurut Dr Nanang, pertolongan pertama merupakan hal yang sangat penting.
(VIDEO - Lihat Reaksi Bocah di Samping Choirul Huda Ini, Sorot Matanya Bikin Netizen Merinding)
Sehingga ketika pertolongan pertama sudah maksimal dan dilakukan dengan benar maka kemungkinan bisa memberikan peluang untuk selamat lebih besar.
Apalagi jika insiden tersebut seperti tabrakan dan juga benturan keras dan terindikasi mengalami kesalahan fatal. Sehingga perlu langkah-langkah yang tepat untuk menangani emergency yang tepat.
"Langkah pertama yang perlu diambil saat ada insiden emergency di lapangan adalah melakukan observasi pasien. Setelah itu harus dilihat apakah ada potensi patah tulang atau tidak. Utamanya pada wilayah leher. Jika memang ada patah tulang maka harus diproteksi terlebih dahulu dengan pelindung leher atau collar neck," ucapnya, Rabu (18/10/2017).
(Ini Ucapan Terakhir Choirul Huda pada Pemilik Warung Tempatnya Nongkrong, Sebuah Firasat?)
Selanjutnya, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu juga menyebut ambulans yang digunakan untuk evakuasi juga seharusnya sudah dilengkapi untuk pertolongan emergency.
Sebab, ketika ada insiden di lapangan yang perlu mendapat perawatan serius harusnya juga mendapat peetolongan dengan baik.
"Kalau untuk saat ini kecenderungannya adalah yang penting ada ambulans. Padahal ambulan sjuga ada beberapa jenis mulai ambulans jenazah, ambulans untuk rujukan dan ada juga ambulans emergency. Kalau untuk pertandingan di lapangan harusnya ambulans emergency yang digunakan di mana di dalamnya sudah ada oksigen dan alat pacu jantung juga," imbuhnya.
(Cerita Aji Saka yang Pernah Alami Insiden Benturan Hingga Pingsan Seperti Choirul Huda. . .)
Di sisi lain, Dr Nanang juga berharap dengan insiden yang terjadi pada Choirul Huda bisa menjadi pembelajaran yang berarti bagi semua pihak baik operator, panpel dan juga pemain yang ada di lapangan.
Sehingga ketika ada hal yang perlu pertolongan pertama bisa dilakukan secara maksimal.
"Harusnya memang semua yang ada di lapangan minimal mengerti dan tanggap dengan apa yang terjadi. Utamanya pengadil lapangan. Kalau mereka mengerti tentu juga akan sangat membantu. Tetapi terlepas dari insiden yang terjadi di Lamongan, ini merupakan momentum untuk memperbaiki semuanya termasuk dari sisi medis," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/choirul-huda-ditandu-keluar-lapangan_20171018_092330.jpg)