Berita Sidoarjo

VIDEO - Aiptu Darmiati, Polwan Sidoarjo yang Sumbang Lahan Rp 3 Miliar untuk Panti Asuhan

Polwan dari Sidoarjo ini menyumbangkan lahan 5 ribu meter persegi senilai Rp 3 miliar untuk pembangunan Panti Asuhan. Inilah kisahnya..

Orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri tak lagi memikirkan harta duniawi. Demikian pula yang dilakukan Aiptu Darmiati TS, Kepala Pos Polisi Pondok Candra dari Polsek Waru. Polwan asal Makassar ini menyumbangkan lahan 5.000 meter persegi yang nilainya kini Rp 3 miliar untuk pembangunan panti asuhan. Atas hal ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan penghargaan Pin Emas Tribrata kepada Darmiati.

SURYA.co.id | SIDOARJO -  Darmiati baru selesai mengatur lalu lintas di bawah Flyover Pondok Candra, ketika surya.co.id bertandang ke posnya. Perempuan tangguh 57 tahun ini baru setahun menempati jabatan kepala pos tersebut.

Darmiati mengatakan ia tak memikirkan apapun selain untuk membantu warga di sekitar Desa Kalojogo, Jabon, ketika memutuskan menyerahkan aset lahan 5.000 meter persegi yang kini nilainya sekitar Rp 3 miliar guna dibangun panti asuhan.

"Saya sudah tidak lagi mengejar ambisi harta duniawi. Niatan saya menyumbangkan lahan itu hanya untuk memudahkan saya di perjalanan akhirat nanti," kata Darmiati, Selasa (17/10/2017).

Bisa mendapatkan lahan seluas dan semahal itu ternyata hanya kebetulan saja. Darmiati menuturkan ketika lumpur Lapindo menyembur dan menenggelamkan beberapa desa, harga tanah di sekitar kawasan Porong, Tanggulangin, dan Jabon, turun drastis.

Pemilik lahan yang dekat kawasan lumpur pun berniat untuk pindah dan menjual tanah mereka karena takut luapan lumpur panas itu mengalir ke wilayah warga.

Darmiati yang saat itu bertugas di Polsek Sedati kemudian didatangi seorang warga Jabon. Warga tersebut berniat menjual lahan tambak miliknya, yang harganya hanya senilai satu sepeda motor, yaitu Rp 15 juta.

"Bapak itu tampak gusar karena lahannya berada di kawasan rawan luapan lumpur. Apalagi, dia juga butuh uang untuk membeli motor bagi anaknya sekolah. Karena kasihan, saya sanggupi dan membelinya," kenang Darmiati.

Setelah itu, beberapa warga yang juga memiliki lahan tambak di tempat yang sama juga menawarkan tanahnya untuk dijual. Darmiati pun kembali menyanggupi hingga tanahnya terkumpul menjadi 5.000 meter persegi.

Meski belasan tahun tak diurus, nilai lahan itu naik drastis, bahkan diestimasi saat ini menjadi Rp 3 miliar.

Halaman
12
Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved