Sabtu, 11 April 2026

Single Focus

Dampingi Anak Ketagihan Narkoba, Perlu Jadi Sahabat Anak-anak

Kepala BNN Kota Surabaya mengingatkan orangtua agar bisa menjadi 'sahabat' yang baik bagi anak untuk menjauhkan narkoba

Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/fatkhul alami
Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Suparti ketika berdialog dengan Jh, salah satu pengguna narkoba yang ikut rehabilitasi di BNN Kota Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyaknya remaja dan anak muda terlibat penyalahgunaan narkoba disikapi serius Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya. Di antaranya melalui sosialisasi pecegahan, mendekati dan pendampingan muda mudi yang terjerumus narkoba.

Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Suparti menegaskan, pengguna narkoba di kalangan remaja dan anak muda makin menghawatirkan. Data di BNN Kota Surabaya, jumlah klien pendampingan atau rehabilitasi terbilang tinggi.

Pada 2016, ada sebanyak 364 klien. Sedang periode Januari-Oktober 2917, tercatat ada 253 klien.

Dari 253 klien yang dilakukan pendampingan atau rehabilitasi itu, jumlah usia muda (15-24 tahun) cukup tinggi, yakni 138 orang. Sisanya, usia dewasa (25-30 tahun) 89 orang.

"Kalau sudah begini, peran pendidikan keluarga sangat penting. Orang tua harus bisa membuat anak nyaman di rumah. Awasi pergaulannya, jangan sampai terjerumus narkoba, perilaku sosial juga diawasi," ungkap Suparti, Senin (16/10).

(Baca: Cegah Narkoba di Sekolah, Siswa Dilibatkan Memantau Teman Sendiri)

BNN Surabaya, lanjut Suparti, aktif terjun ke sekolah-sekolah dan masyarakat. Tujuannya, jangan sampai anak-anak 'bermain-main' dengan narkoba.

Biasanya, pemakai narkoba dari kalangan pelajar itu bermula dari coba-coba. Setelah itu jadi kurir atau pengedar di kelompoknya.

"Saya turun sendiri ke sekolah atau menemui warga. Banyak temuan di lapangan, mulai keresahan orang tua, anak terlibat narkoba. Saya sosialisasi dan ajak dialog. Jika ke anak-anak, saya ajak bermain dan diskusi, sosialisasi pakai film, foto-foto, komunikasi lewat media sosial WhatsApp," ucapnya.

Sebaliknya, saat bertemu korban atau pengguna narkoba, BNN Kota Surabaya mengajak, mendorong dan fasilitas untuk rehabilitasi.

Rehabilitasi bisa dilakukan di RS Menur Surabaya, RSAL atau di Bogor.

"Kami sering datangkan pelajar atau mahasiswa yang jadi pengguna untuk dilakukan penguatan. Kami datangkan tokoh agama, dokter, psikater dan lainnya jadi pemateri," kata Suparti.

Selama pendampingan dan penguatan pada pengguna narkoba, lanjut Suparti, memang dituntut sabar dan rela berkorban. Karena perilaku mereka macam-macam.

"Ada yang teriak-teriak, mau kabur dari BNN dan sakaw lantaran kecanduan narkoba," terangnya.

Mantan Kapolsek Asemrowo dan Pabean Cantikan Surabaya ini menambahkan, bahkan tidak hanya kesabaran, dirinya harus bisa menjadi teman, sahabat bagi pelajar atau mahasiswa.

"Kami ikuti kemauan mereka. Kadang ngobrol melalui media sosial atau mengajak main," tuturnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved