Berita Probolinggo

Saat Tugu Nama Seharga Rp 60 Juta di Gunung Bromo Itu Banyak Menuai Protes. . .

Banyak protes terhadap dua tugu nama di kaldera Gunung Bromo yang baru selesai dibangun.

Saat Tugu Nama Seharga Rp 60 Juta di Gunung Bromo Itu Banyak Menuai Protes. . .
kompas.com/istimewa
Sahabat Bromo dan Masyarakat Fotografi Indonesia memprotes tindakan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang telah membangun tugu besar di Laut Pasir dan Padang Savana Gunung Bromo, Jawa Timur. 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Dua tugu nama yang baru dibangun di kaldera Gunung Bromo, Jawa Timur, mengundang banyak protes.

Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum mengambil sikap terkait hal itu.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), John Kennedie mengaku masih akan mempertimbangkan semua protes dan dukungan terhadap pembangunan tugu nama tersebut.

"Kami tampung dulu semua aspirasi. Karena ini banyak juga yang suka. Jadi tidak semua tidak suka," katanya, Sabtu (14/10/2017).

Selain itu, pihaknya mengaku akan menemui Dirjen Sumber Daya Alam dan Ekosistem di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membahas semua sarana dan prasarana yang dibangun di kawasan Gunung Bromo, termasuk pembangunan dua tugu nama yang menuai protes dari sejumlah kalangan pecinta lingkungan dan fotografi.

"Selasa (17/10/2017) nanti, saya sudah dipanggil Pak Dirjen untuk ekspose di hadapan Pak Dirjen," ucapnya.

Pada kesempatan itu pula, John mengaku akan membahas tindak lanjut dari banyaknya protes yang meminta tugu nama itu dibongkar.

Sebab, tugu nama itu dibangun dengan memakai dana APBN senilai kurang lebih Rp 60 juta.

Oleh karena itu, tugu nama yang sudah selesai dibangun itu tidak bisa serta merta dibongkar.

"Karena ini kan APBN. Nanti keputusannya gimana. Kalau harus dibongkar acuannya gimana. Kalau saya ikut saja," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved