Bisnis Perhotelan di Surabaya Ketat, Pemkot Tak Bisa Larang Investor Bangun Hotel Baru

Kadisbudpar Kota Surabaya, Widodo Suryantoro, mengaku Pemkot tak bisa mencegah pembangunan hotel baru meski persaingan ketat.

Bisnis Perhotelan di Surabaya Ketat, Pemkot Tak Bisa Larang Investor Bangun Hotel Baru
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Proses pembangunan hotel di Surabaya di kawasan depan gedung Grahadi, Minggu (8/10). Persaingan okupansi hotel di Surabaya meningkat dan tinggi karena menjamurnya hotel di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya mengakutelah mengkaji kondisi bisnis perhotelan di Surabaya yang kian jenuh akibat persaingan tinggi.

Untuk keperluan itu, Pemkot mengundang sejumlah pihak yang berkaitan dengan usaha hotel, PHRI, serta para pakar terkait untuk mengkaji pertumbuhan hotel.

Hasilnya mengerucut bahwa kondisi hotel di Surabaya memang sudah jenuh, khususnya di tengah kota.

Oleh sebab itu dari hasil kajian tersebut, perizinan pembangunan hotel di tengah kota akan diarahkan untuk direalisasikan di kawasan pinggir kota. Yaitu di wilayah barat dan timur.

"Kami sudah tiga kali melakukan rapat dengan stakeholders dunia pariwisata. Baik travel agent, pengusaha hotel, pengusaha food and beverage (FnB) dan juga sejumlah pakar pariwisata. Hasilnya memang Surabaya pusat khususnya dari segi usaha hotel mengalami kejenuhan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Widodo Suryantoro, pada Surya, Senin (9/10/2017).

Meski begitu, Pemkot mengaku tidak bisa melakukan pelarangan perizinan untuk pengusaha yang akan melakukan investasi di bidang perhotel. Namun Pemkot hanya bisa membatasi untuk memberikan rekomendasi ke pengusaha agar membangun hotel tidak di tengah kota lagi.

Melainkan di kawasan Surabaya timur dan barat. Sebab dua kawasan itu masih minim adanya hotel dan kini pengembangan infrastruktur kota sedang banyaj diarahkan ke sana. Seperti pembangunan infrastruktur jalan lingkar luar timur dan jalan lingkar luar barat.

(Baca: Kamar Nganggur di Rumah Jadi Saingan Hotel)

"Namun yang susah jika pengusaha sudah memiliki lahan di tengah kota, dan memaksa untuk melakukan pembangunan di sana. Ya kita akan berikan gambaran overview-nya. Risiko dan tantangannya, terutama kejenuhan tersebut," kata Widodo.

Pria yang juga mantan Kepala Dinas Pedagangan Kota Surabaya ini mengatakan nantinya kebijakan untuk pembatasan perizinan hotel ini juga harus disinergikan dengan tata ruang kota.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved