Insentif Juru Kunci Makam Surabaya Telat, Dikeluhkan Warga

Sejumlah juru kunci makam di Surabaya mengeluh belum menerima insentif yang biasa mereka terima 3 bulan sekali.

Insentif Juru Kunci Makam Surabaya Telat, Dikeluhkan Warga
surabaya.tribunnews.com/Fatkhul Alami
ilustrasi makam di Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejumlah juru kunci makam di kampung Surabaya mengeluhkan keterlambatan pembayaran insentif yang biasa dibayarkan oleh Pemkot.

Pasalnya insentif yang cair setiap tiga bulan sekali itu sudah enam bulan terlambat. Bahkan untuk triwulan kedua hingga ketiga tahun ini masih belum dibayarkan.

Hal itu disampaikan oleh Slamet Junaedi (57), warga Kebraon Kecamatan Karang Pilang, yang merupakan juru kunci makam di Kemlaten Gang 10.

Ia mengatakan insentif yang biasa ia terima dari Pemkot itu sudah dua triwulan tidak ia terima.

"Biasanya tiga bulan sekali kami mendapatinsentif sebesar Rp 600 ribu, tapi sejak April hingga September belum ada pencairan sama sekali," kata pria yang akrab disaapa Putut pada Surya, Senin (9/10/2017).

Namun ternyata tidak hanya dirinya yang merasakan keterlambatan pembayaran insentif untuk juru makam ini.

Melainkan juga tukang gali kubur di tempatnya. Selama enam bulan ini mereka tidak mendapatkan jatah insentif.

"Kami sudah menanyakan ke kelurahan terkait masalah keterlambatan ini. Namun jawabannya kami diminta untuk menunggu panggilan," kata Putut.

Tapi setelah enam enam bulan menunggu tidak juga ada panggilan maupun konfirmasi dari kelurahan maupun dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau.

"Di kelurahan kami ada 13 juru kunci makam. Di Kemlaten ada lima orang dan di Kebraon ada sebanyak delapan orang, sama belum menerima juga," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved