Minggu, 12 April 2026

Berita Surabaya

Kopdar Jadi Wadah Anggota Yang Masih Mahasiswa Untuk Dapat Modal

Kopdar bukan koperasi simpan pinjam pada umumnya, melainkan koperasi yang mengumpulkan dana untuk pembelian aset-aset warga asing di Indonesia.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
SURYA Online/Sulvi Sofiana
Pembina kopdar jatim, Mardigu WP (dua dari kiri) saat peresmian pengurus Kopdar Jatim bersama pengurus di tingkat kota dan kabupaten yang emmegang bendera di sela seminar sadar kaya, Sabtu (7/10/2017). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA – Kopdar sebutan bagi Koperasi Daya Artha Raya, yaitu koperasi yang dibentuk pada Desember 2016 yang kini memiliki 2.000 anggota di 16 daerah. Paling banyak berada di Jawa timur, uniknya Kopdar bukan merupakan koperasi simpan pinjam pada umumnya. Melainkan koperasi yang mengumpulkan dana untuk pembelian aset-aset warga asing di Indonesia.

Dari pembelian aset tersebut akan dilakukan pembagian hasil pada anggotanya. Pembina kopdar Jatim, Mardigu WP mengungkapkan kopdar merupakan bentukan netizen yang membicarakan kemakmuran. Buka wirausaha atau bisnis, rencananya mereka juga akan membuka kantor jika sudah memiliki 1.000 anggota di Jatim.

“Anggota kami dari berbagai usia, yang mahasiswa juga bisa bergabung. Apalagi biasanya mereka kesulitan mendanai proyek mereka karena modal,” ungkap pria yang juga pengusaha ini ketika akan mengisi seminar Sadar Kaya di Kampus ITS Manyar, Sabtu (7/10/2017).

Dikatakannya, mahasiswa bisa bergabung sebagai anggota koperasi seperti anggota lain. Dan saat sudah ada pembagian hasil usaha bisa mengajukan proyeknya untuk didanai dengan dana hasil usaha tersebut.

“Di kopdar semuanya saling membantu gotong royong. Tidak ada fasilitas apa-apa yang kami sediakan bagi pengurus. Semua dengan kekuatan diri sendiri yang digabungkan menjadi kekuatan bersama,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kesulitan dalam menggaet anggota saat ini adalah masalah kepercayaan. Apalagi belum ada kantor di daerah. Makanya dalam Kopdar disediakan website yang bisa mengecek data secara aktual total dana yang terkumpul melalui sistem e banking.

“Semua member bisa mengeceknya, dana buat apa dan terkumpul berapa,” urainya.

Panitia seminar, Tristiningsih mengungkapkan seminar Sadar Kaya ini untuk mewadahi masyarakat agar bisa melihat peluang dalam mencari penghasilan di sekitarnya. Sebab pada dasarnya setiap orang memiliki potensi kaya, baik ibu rumah tangga ataupun pembantu.

“Kami berusaha merangkul masyarakat umum, karena ini sekaligus pelantikan pengurus Kopdar Jatim. Jadi sekalian mengenalkannya pada peserta seminar,” ujarnya.

Menurutnya seminar ini sejalan dengan target Kopdar untuk hidup makmur. Sebab, kopdar terbentuk dari netizen yang memang berminat membahas kemakmuran di Indonesia. Salah satunya dengan membeli saham pada aset-aset warga asng di Indonesia.

“Kopdar sudah berbadan hukum, setoran awal keanggotaa Rp 1 juta, kemudian tiap bulan Rp 500.000. kalau keluar dari keanggotaan uang juga akan dikembalikan sepenuhnya,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved