Olah TKP Kebakaran Pabrik Tempe di Malang, Polisi Amankan Barang-barang ini

Tim Labfor Polda Jatim menggelar olah TKP kebakaran pabrik keripik tempe di Kota Malang. Inilah barang-barang yang mereka temukan di sana.

Olah TKP Kebakaran Pabrik Tempe di Malang, Polisi Amankan Barang-barang ini
surabaya.tribunnews.com/benni indo
Inilah sejumlah barang yang diamankan tim Labfor Polda Jatim dalam olah TKP kebakaran pabrik keripik tempe di Kecamatan Sukun, Kota Malang, Kamis (5/10/2017). 

SURYA.co.id | MALANG - Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, Kamis (5/10/2017) siang menggelar olah TKP di lokasi kebakaran home industry keripik tempe yang terbakar kemarin (4/10/2017).

Dalam olah TKP di jl Raya Candi V no.247, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang ini, mereka mengamankan beberapa barang yang akan dianalisis. 

Didampingi Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Heru Dwi Purnomo serta beberapa anggota Polres lainnya, empat petugas tim Labfor Polda Jatim turun tangan dalam olah TKP di lokasi kebakaran yang menewaskan lima orang itu. Mereka mulai melakukan olah TKP sekitar pukul 10.30 WIB. 

Olah TKP oleh tim labfor berlangsung tertutup. Awak media hanya bisa mengambil gambar dari luar area yang telah dipasangi garis polisi.

Sekitar pukul 13.30, pemeriksaan tim Labfor Polda Jatim selesai.

Dalam olah TKP selama tiga jam itu, petugas membawa beberapa barang dari lokasi kejadian kebakaran. Petugas membawa kabel stop kontak dua jalur serta. Kabel itu diduga untuk mengisi daya baterai ponsel dan radio yang berdekatan dengan thiner.

“Kami mendampingi tim Labfor melakukan olah TKP. Hasil olah TKP nanti bisa diketahui penyebab api membakar pabrik tersebut. Saat ini belum bisa kami simpulkan, menunggu hasil laboratorium dulu,” kata Heru, Kamis (5/10/2017).

Polres Malang Kota juga telah memeriksa beberapa saksi terkait peristiwa naas itu.

Sejauh ini, sudah ada empat saksi yang diperiksa.

Namun Heru belum menyebutkan identitas keempat sakasi yang diperiksa itu.

Saat ditanya soal status Samuel, pemilik home industri yang terbakar, Heru menerangkan kalau status Samuel masih saksi.

“Masih saksi,” ujarnya singkat.

Sedangkan Samuel sendiri tidak banyak komentar ketika dikonfirmasi peristiwa yang terjadi di belakang rumahnya itu.

Ia hanya mengatakan tidak tahu menahu terkait peristiwa munculnya api sehingga menewaskan lima orang yang berada di dalamnya.

“Saya tidak tahu,” paparnya.

(Baca: BREAKING NEWS - Kebakaran Home Industri Keripik Tempe Malang, 5 Pekerja Terjebak di Dalamnya)

Sehari sebelumnya, Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan menegaskan akan mencari bukti-bukti dengan meminta bantuan tim Labfor Polda Jatim.

Hoiruddin juga meninjau lokasi kebakaran. Ia berada di lokasi selama sekitar 10 menit.

Berkaca pada peristiwa naas itu, Hoiruddin telah memerintahkan seluruh jajarannya yang berada di masing-masing polsek untuk melakukan evaluasi terhadap tempat-tempat industri.

Hoiruddin mengatakan kalau tempat kebakaran yang ia datangi tidak memiliki alat pemadam kebakaran sebagai antisipasi awal. Selain itu, juga tidak ada pintu keluar dari belakang.

“Korban lari ke belakang, tapi tidak ada jalan keluar, akhirnya terjebak,” papar Hoiruddin, Rabu (4/10/2017).

Selain melihat kelengkapan keamanan, Hoiruddin juga meminta anggotanya memeriksa izin. Pasalnya, sebelum betul-betul secara resmi legal membuka usaha, ada studi kelayakan yang harus dipenuhi, salah satunya adalah antisipasi kebakaran

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved