VIDEO - Pemusnahan Rokok Ilegal di Pasuruan Diwarnai Insiden Ledakan. Ternyata ini Sebabnya

Pemusnahan rokok ilegal oleh Kantor Bea Cukai di Pasuruan sempat mencekam karena terjadinya ledakan. Ternyata ini penyebab ledakan itu...

SURYA.co.id | PASURUAN - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Pasuruan memusnahkan rokok tanpa cukai dan pajak negara sebanyak 2.339.435 di Kantor KPPBC Tipe Mdya Pabean A Pasuruan, PIER, Pasuruan, Rabu (4/10/2017) pagi.

Rokok jenis SKM (SIgaret Kretek Mesin) tersebut merupakan hasil penindakan selama 2017 dengan perkiraan kerugian negara senilai Rp 1 miliar. Rokok ilegal ini disita dari empat produsen rokok yang nakal di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan.

Acara pemusnahan yang dihadiri beberapa pejabat tinggi di Lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) , Pemkab Pasuruan, dan Polres Pasuruan ini sempat mencekam.

Penyebabnya, terjadi ledakan kecil saat petugas hendak memusnahkan rokok ilegal. Disinyalir, ledakan ini terjadi karena suhu api yang terlalu tinggi sehingga membuat tumpukan rokok meledak. 

Kendati demikian, ledakan itu tidak membuat satupun pejabat terluka, termasuk para wartawan yang kebetulan ada di depan tempat pemusnahan. Pemusnahan tetap dilanjutkan meski sempat terjadi insiden tersebut.

Kepala KPPBC Pasuruan, Bier Budy Kismulyanto menjelaskan barang milik negara (BMN) merupakan hasil dari serangkaian operasi (pasar) di wilayah kabupaten/kota Pasuruan selama ini.

“Kami intens melakukan pengawasan terhadap produksi dan peredaran rokok ilegal, baik yang ada di Kota maupun Kabupaten Pasuruan,” ucap Budy.

Rokok yang dimusnahkan itu telah mendapatkan persetujuan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Perkara kepabeanan ini disebut selaras dengan targetan pemerintah terkait dengan pendapatan daerah Kabupaten Pasuruan.

Dijelaskan sebelumnya, target negara yang diberikan kepada KPPBC Pasuruan pada periode 2017, sebesar Rp 40,2 triliun penerimaan dari cukai dan pabean.

Belum lagi kantor ini juga masih harus mengamankan pendapatan pajak rokok 10% dari target penerimaan, sebesar Rp 4 triliun.

Diketahui, dalam kurun tiga tahun terakhir kantor KPPBC Tipe Madya Pabean A Pasuruan, telah melakukan 61 kegiatan penindakan di bidang kepabeanan dan cukai. Terungkap pada 2015 (24 penindakan); tahun 2016 (12 penindakan); serta 25 penindakan di tahun 2017. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved