Breaking News:

Lifestyle

Marlupi Ingin Sajikan Tari Aceh di Pentas Balet, Ini yang Dia Lakukan

Balet yang merupakan seni budaya barat, di tangan Marlupi Sijangga, balet bisa punya ‘nafas’ Nusantara.

surya/achmad pramudito
Para pebalet Indonesian Dance Company unjuk kemampuan di pentas 61th Annual Marlupi Dance Academy Ballet & Modern Dance/Jazz/Hiphop Recital di Empire Palace, Minggu (1/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pentas bertitel 61th Annual Marlupi Dance Academy Ballet & Modern Dance/Jazz/Hiphop Recital yang digelar di Empire Palace, Minggu (1/10/2017) ini sangat spesial bagi Marlupi Sijangga.

Sebab pertunjukan yang melibatkan ratusan penari dan sekitar 30 guru itu sekaligus sebagai ungkapan syukur Marlupi yang baru saja menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pemerintah memberikan penghargaan Marlupi sebagai Pelopor, Pembaru, dan Pencipta Balet di Indonesia dan Dunia.

“Saya bersyukur, selama 80 tahun usia saya ini, baru pertama kalinya dapat penghargaan dari pemerintah kita,” katanya.

Penghargaan yang dia terima pada Rabu (28/9/2017) itu sangat berarti bagi Marlupi.

“Artinya, pemerintah makin paham dunia seni kita,” tuturnya.

Balet yang merupakan seni budaya barat, di tangan Marlupi Sijangga, balet bisa punya ‘nafas’ Nusantara.

Tak hanya cerita. Musik pengiring gerakan tari yang lentik dan tak jarang melenting ini pun sudah banyak yang memakai lagu-lagu karya anak negeri.

Di tahun 1970an, Marlupi sudah berkreasi, menampilkan tari balet dengan cerita lokal, seperti Roro Mendut, Arjuna Wiwaha, serta Adam & Hawa.

Berikutnya, di tahun 1987 Marlupi mengusung karyanya yang diberi tajuk ‘Jazz in Bali’ ke Sydney, yang kemudian dia bawa keliling ke beberapa negara seperti Jepang dan Hongkong.

Halaman
12
Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved