Liputan Khusus

Marak Bisnis Nikah Siri di Surabaya- Rukunnya harus Lengkap

Jadi, itu (nikah siri tanpa saksi dan tanpa wali)jelas tidak benar. Walaupun janda, MUI tetap mengharuskan adanya wali pada pernikahan siri.

Marak Bisnis Nikah Siri di Surabaya- Rukunnya harus Lengkap
surya/aflhul abidin
Muhammad Munif, Sekretaris Umum MUI Surabaya. 

SURYA.co.id | - SURABAYA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya memandang nikah siri adalah pernikahan yang tidak dicatatkan ke negara. Artinya, pernikahan itu menurut kami tetap resmi.

Prosedurnya ada saksi, ada wali, dan lain-lain. Dengan itu, pernikahan siri bisa dilegalkan dengan mencatatkan ke negara.

Yang kami temui, banyak orang memilih menikah siri karena persoalan biaya. Mereka takut ke Kantor Urusan Agama (KUI) karena tidak adanya biaya. Padahal, pernikahan di KUA saat ini tidak dipungut biaya. Akhirnya anak-anak mereka tidak tercatatkan pada catatan kependidikan.

Kami belum menemukan adanya jasa pernikahan siri yang mempermudah proses tanpa rukun yang sesuai, seperti tanpa saksi dan tanpa wali.

Kalau memang ada seperti itu, mungkin kalimat yang tepat adalah memudahkan perselingkuhan.

Jadi, itu jelas tidak benar. Walaupun janda, MUI tetap mengharuskan adanya wali pada pernikahan siri.

Karena seperti yang disampaikan tadi, MUI memandang nikah siri itu pernikahan formal tapi tidak dicatatkan pada negara. Semua rukunnya tentu harus sesuai dengan ketentuan.

Bagi kaum lelaki yang sudah beristri, persetujuan menikah lagi dari istri pertama tetap diperlukan meskipun menikah secara siri.

Sementara untuk pernikahan yang dilakukan karena hamil di luar nikah, memang ada komplikasi hukum di sana. Ada dua pandangan.

Pertama, bahwa perempuan yang hamil harus dinikahkan dengan orang yang mengghamili.
Kedua, pernikahan digelar menunggu setelah sang anak lahir. Jadi ada dua versi hukum.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved