Liputan Khusus

Marak Binis Nikah Siri di Surabaya- Arif Melanjutkan ke Isbad Nikah agar Akta Lahir Anak Jelas

Dengan isbad nikah, nama sang ayah akan tetap tercantum meski hasil dari pernikahan siri.

Marak Binis Nikah Siri di Surabaya-  Arif Melanjutkan ke Isbad Nikah agar Akta Lahir Anak Jelas
surya/aflhul abidin
Para peserta mengikuti sidang isbad pernikahan siri di Surabaya, pertengahan pekan lalu. Mereka mendaftarkan pernikahan siri agar tercatat di negara. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Nikah siri dilakukan oleh banyak orang dengan berbagai alasan. Salah satu alasan yang banyak adalah perempuannya sudah telanjur “berisi”. Setidaknya, cerita itu yang pernah dialami pasangan muda Arif (masih di bawah umur) dan Dika (19). Keduanya bukan nama asli.

Pasangan itu menikah pada Februari lalu. Kabar kehamilan Dika yang mengagetkan didengar oleh keluarga besar beberapa pekan sebelumnya.

Setelah kedua orang tua mereka masing-masing mendengar kabar itu, mereka pun sepakat untuk menikahkan dua remaja itu secara siri.

“Saat itu sudah isi. Dengan alasan itu, kami menikahkan,” kata ayah Arif, saat ditemui di acara Isbad Nikah Siri yang diselenggarakan Dinas Sosial Kota Surabaya beberapa waktu lalu.

Ia mengantar anak dan menantunya agar bisa mencatatkan pernikahan di data pemerintah.

Sementara sang ayah berbincang dengan Surya.co.id, Arif dan istrinya yang memakai pakaian putihan-hitam sibuk berbincang. Ketika Surya.co.id mencoba bertanya kepada Arif, pria tersebut kesulitan menjawab.

Meski pernikahan siri belum genap delapan bulan, ayah Arif mendorong agar anak dan menantunya mencatatkan pernikahan di KUA.

Cara yang paling mudah, yakni dengan mengikuti isbad tersebut. Apalagi, proses isbad dilakukan satu atap.

Pencatatan di KUA, pengesahan di pengadilan agama, dan pengurusan surat dan akta di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dapat dilakukan di tempat yang sama.

“Kalau mengurus sendiri di KUA, bisa saja. Paling enggak dua bulan. Kita harus ngurus syarat-syaratnya ke keluarahan baru ke KUA. Waktu (kapan pernikahan) memang bisa kita tentukan. Tanggal dan jamnya. Tapi kalau di sini jadi satu,” ujar dia.

Selain itu, alasan mereka berdua melegalkan nikah secara hukum negara agar akta kelahiran sang anak jelas.

Menurutnya, jika tanpa melalui isbad, akta sang anak hanya akan berisi nama ibu. Sedang dengan isbad, nama sang ayah akan tetap tercantum meski hasil dari pernikahan siri. (fla/ufi)

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved